https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Riau /

Masuk Dalam Daftar Karisma Event Nusantara 2023, Begini Sejarah Ritual Bakar Tongkang

Senin, 30 Januari 2023 | 12:04 WIB  
Editor : Dwi Fatimah
Masuk Dalam Daftar Karisma Event Nusantara 2023, Begini Sejarah Ritual Bakar Tongkang

Festival bakar tongkang. Foto: Net

RiauAkses.com - Bakar Tongkang merupakan tradisi masyarakat Tionghoa di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. 

Tradisi Bakar Tongkang merupakan acara tahunan terbesar di Kota Bagansiapiapi. Bakar Tongkang merupakan acara tahunan yang mampu menarik wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pada saat festival diperkirakan terdapat ribuan wisatawan yang melihat tradisi tersebut. Bakar Tongkang juga masuk dalam Daftar Karisma Event Nusantara 2023.

Sejarah Bakar Tongkang 

Tradisi Bakar Tongkang terkait dengan imigran dari Cina, dimana mereka meninggalkan tanah airnya untuk menetap di Riau. Bakar Tongkang berupa ritual membakar kapal (terakhir) yang digunakan untuk berlayar para imigran dari Cina, yang pada akhirnya memutuskan menetap di Riau. Para imigran Cina pertama kali menginjakan kaki di Riau sekitar tahun 1826. 

Peristiwa tersebut menajadi akar festival Bakar Tongkang. Daerah yang didiami para imigran Cina tersebut dikenal dengan nama Bagansiapiapi. 

Dipercaya, leluhur masyarakat Bagansiapiapi adalah orang-orang Tang-lang keturunan Hokkien yang berasal dari Distrik Tong'an (Tang Ua) di Xiemen, Provinsi Fujian, Cina Selatan. Mereka meninggalkan tanah airnya menggunakan tongkang. Kapal yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir dan mineral di tambang. 

Awalnya, ada tiga tongkang yang melakukan ekspedisi, namun hanya satu kapal yang sampai ke pantai Sumatera.

Ekspedisi yang dipimpin oleh Ang Mie Kui berhasil sampai Riau dengan mengikuti cahaya kunang-kunang, yang secara lokal dikenal sebagai siapi-api. Mereka tiba di daerah tak berpenghuni yang terdiri dari rawa-rawa, hutan, dan padang rumput. 

Kemudian peserta ekspedisi menetap di tempat tersebut dan memberi nama Bagansiapiapi atau Tanah Kunang-kunang. 

 

Para imigran bersumpah tidak ingin kembali ke tanah airnya dan membakar tongkang. Hal ini karena adanya kerusuhan berkepanjangan di negerinya. Bagansiapiapi dipandang sebagai tempat yang layak dan aman untuk bermukim.

Akhirnya, para imigran menjadi nenek moyang kelompok etnis Cina di wilayah tersebut. Peristiwa ini dirayakan setiap tahun pada hari ke-16 bulan ke-5 berdasarkan kalender Cina. Tradisi Bakar Tongkang juga dikenal sebagai Go Ge Cap Lak (dari kata Go berarti 5 dan Cap Lak yang berarti ke-16). 

Tradisi dimeriahkan dengan aksi membakar replika kapal tradisional Cina pada puncak festival.

Tujuan Bakar Tongkang 

Tradisi Bakar Tongkang atau Go Ge Cap Lak merupakan salah satu budaya yang bersifat religi untuk masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi.

Ritual tersebut untuk mengenang para leluhur dan ekspresi rasa syukur kepada Dewa Kie Ong Ya dan Dewa Tai Sun, dengan cara membakar replika tongkang. 

Prosesi Bakar Tongkang 

Bakar Tongkang yang berupa membakar replika kapal tradisional Tionghoa merupakan puncak festival Bakar Tongkang. Sebelumnya, prosesi Bakar Tongkanga dilakukan dengan berbagai ritual dan doa oleh para peserta di kuil utama. 

Berbagai atraksi budaya yang bernafas oriental ditampilkan, seperti Barongsai maupun panggung hiburan untuk membawakan lagu-lagu Hokkien.

Tradisi Bakar Tongkang diikuti sekitar 100 kelenteng dengan peserta dari berbagai tingkatan usia. Replika tongkang memiliki panjang sekitar 8,5 meter dan lebar 1,7 meter yang terbuat dari kayu dengan dinding kapal yang dilapisi kertas warna-warni. 

Sebelum diarak, replika tongkang disimpan selama satu malam di Kuil Eng Hok King, diberkati, dan baru dibawa ke tempat prosesi dengan cara dipanggul sepanjang jalan di Kota Bagansiapiapi. Replika tongkang dibawa menuju tempat pendaratan tongkang pertama kali.

 

Prosesi yang disaksikan ribuan pasang mata ini dimeriahkan dengan atraksi Tan Ki, dimana peserta menampilkan kemampuan fisik tidak terluka saat ditusuk dengan benda tajam. Atraksi ini mirip Tatung di Singkawang, Kalimantan Barat. Sampai di lokasi, ribuan potongan kertas doa kuning akan melekat pada Tongkang. 

Pada saat replika Tongkang dibakar, doa-doa dalam kertas yang ikut terbakar akan terbawa asap ke angkasa untuk leluhur mereka. Kemudian, masyarakat akan melihat titik jatuh tiang saat tongkang terbakar. Jika tiang jatuh ke arah laut, maka diyakini masyarakat akan mendapat rezeki dari laut. (RE-01)


TOPIK TERKAIT

# RiauAkses.com# RiauAkses# bakar tongkang# fesival bakar tongkang# sejarah bakar tongkang# ritual bakar to
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Pemberi Kerja Bayar Upah Tak Sesuai UMK Bisa Dipidana

    Lancang Kuning•
    Senin, 30/01/2023 | 10:40 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau hingga
  • Inilah 10 'Penantang' Syamsuar di Pilkada Gubernur Riau 2024

    Riau•
    Senin, 30/01/2023 | 08:40 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Tahun politik sudah tiba. Masa hiruk pikuk perebutan kekuasaan,
  • Pejabat Bank Riau Kepri Syariah Meninggal Usai Bertemu Temannya, Keluarga Tolak Autopsi

    Riau•
    Senin, 30/01/2023 | 08:33 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Kasatreskrim Polresta Pekanbaru mengatakan, salah seorang pejabat di
  • Kabur dari Rumah Sejak 9 Januari, Gadis 17 Tahun di Kuansing Tinggalkan Surat Untuk Ibunya

    Lancang Kuning•
    Senin, 30/01/2023 | 08:07 WIB
    RiauAkses.com, Kuantan Singingi - Seorang remaja putri bernama Selvi Novita (17) siswi kelas 2 SMA
  • Pekanbaru Jadi Kota Seribu Lubang, Pengurus Demokrat Gotong Royong Biayai Penutupan 300 Meter Jalan Rusak

    Lancang Kuning•
    Minggu, 29/01/2023 | 21:15 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Prihatin dengan keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di Pekanbaru,
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Sidang Pengujian UU KUHAP, MK Minta DPR Perjelas Tafsir Definisi Advokat dalam KUHAP, Pemerintah Minta Tunda Beri Keterangan

    Sidang Pengujian UU KUHAP, MK Minta DPR Perjelas Tafsir Definisi Advokat dalam KUHAP, Pemerintah Minta Tunda Beri Keterangan

    Rabu, 20/05/2026 | 14:31 WIB
  • Masjid Raya Annur Riau Gelar Salat Iduladha pada Rabu 27 Mei 2026

    Masjid Raya Annur Riau Gelar Salat Iduladha pada Rabu 27 Mei 2026

    Minggu, 24/05/2026 | 16:34 WIB
  • Masjid Raya Pekanbaru Senapelan Tetapkan Salat Iduladha Digelar 27 Mei, Ini Persiapannya

    Masjid Raya Pekanbaru Senapelan Tetapkan Salat Iduladha Digelar 27 Mei, Ini Persiapannya

    Minggu, 24/05/2026 | 08:28 WIB
  • Heboh! Kakek 66 Tahun dan Anak Buahnya Ditangkap di Inhu, Polisi Bongkar Peredaran Sabu

    Heboh! Kakek 66 Tahun dan Anak Buahnya Ditangkap di Inhu, Polisi Bongkar Peredaran Sabu

    Minggu, 24/05/2026 | 12:32 WIB
  • Kasus Pembunuhan Sopir Truk di Pekanbaru Terungkap, Satu Pelaku Masih Buron

    Kasus Pembunuhan Sopir Truk di Pekanbaru Terungkap, Satu Pelaku Masih Buron

    Minggu, 24/05/2026 | 17:37 WIB
  • 6 Pelajar Terbaik Riau Jalani Verifikasi Tingkat Pusat Paskibraka 2026

    6 Pelajar Terbaik Riau Jalani Verifikasi Tingkat Pusat Paskibraka 2026

    Sabtu, 23/05/2026 | 09:21 WIB
  • Di Tengah Penantian Operasi Tambang, PT Timah Tebar Kepedulian Lewat 13 Sapi Kurban untuk Meranti

    Di Tengah Penantian Operasi Tambang, PT Timah Tebar Kepedulian Lewat 13 Sapi Kurban untuk Meranti

    Minggu, 24/05/2026 | 19:49 WIB
  • Jelang Puncak Haji, Calon Jamaah Haji Asal Pekanbaru Wafat di Makkah

    Jelang Puncak Haji, Calon Jamaah Haji Asal Pekanbaru Wafat di Makkah

    Minggu, 24/05/2026 | 11:30 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya