https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Lancang Kuning / Kepulauan Meranti

Festival Perang Air, Bupati dan Kapolres Kepulauan Meranti Jadi Sasaran Hingga Basah Kuyup

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:02 WIB  
Penulis : Ali Imran | Editor : Dwi Fatimah
Festival Perang Air, Bupati dan Kapolres Kepulauan Meranti Jadi Sasaran Hingga Basah Kuyup

Festival perang air saat perayaan Imlek di Selatpanjang.. Foto: RiauAkses/ Ali

RiauAkses.com, Selatpanjang - Dengan menggunakan becak motor, ribuan warga Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau tumpah ruah bermain air di jalan. Kegiatan ini merupakan Iven tahunan Festival Perang Air sempena perayaan Imlek 2023.

Setelah dua tahun absen, Festival Perang Air tahun 2023 ini dibuka Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil. Iven wisata yang meraih Anugerah Pesona Indonesia Kategori Wisata Terpopuler tersebut dipusatkan di Jalan Ahmad Yani Selatpanjang, Kamis (26/1/2023). 

 Bupati mengatakan iven perang air ini sebagai warisan kebudayaan daerah yang lahir dari kebiasaan masyarakat dalam menyambut hari besar.

"Festival ini sebagai upaya nyata untuk membesarkan Kepulauan Meranti ini sebagai ikon wisata di Selatpanjang. Pada tahun 2023 ivent ini juga dilaksanakan  untuk mengangkat memelihara dan menumbuh kembangkan bentuk tradisi ini ke masyarakat luas," ungkapnya.

Dirinya berharap seluruh elemen masyarakat turut serta mendukung pelaksanaan Festival Perang Air untuk lebih dikenal masyarakat luas.

Dirinya juga berharap ivent ini tidak hanya bisa lebih mempererat tali persaudaraan di tengah perbedaan masyarakat yang beragam.

"Mari sama-sama kita dukung pelaksanaan perang air di sore yang berbahagia ini. Saya juga mengajak seluruh masyarakat menghargai dan menjaga kebudayaan ini sebagai wujud keberagaman masyarakat dalam norma dan syukur serta sebagai sesuatu yang membanggakan di masa yang akan datang," pungkasnya.

Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Juwita Ratna Sari menyampaikan iven Perang Air memang kerap dijadikan moment balik kampung warga Tiong Hoa asal Kepulauan Meranti dari berbagai penjuru dunia. Dari catatan Dinas Pariwisata Meranti tiap tahun puluhan ribu wisatawan masuk ke Kota Selatpanjang, mereka berasal dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, Australia dan lainnya.

Lebih jauh dikatakannya warga Meranti harus berbangga karena daerah ini telah dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia melalui Festival Perang Air yang sudah dikenal sejak dahulu kala oleh masyarakat Meranti.

 

Disampaikannya perang Air sudah dikenal oleh masyarakat Kepulauan Meranti sejak tempo dulu untuk mengekspresikan kegembiraan perayaan Idul Fitri dengan melakukan siram-siraman air, berangkat dari kebiasaan itu kini oleh masyarakat Tiong Hoa kembali disemarakkan dengan nama Cian Cui yang bertepatan dengan perayaan Imlek.

"Jadi Perang Air ini tidak ada hubungan dengan ritual keagamaan tetapi lahir dari kearifan lokal yang merupakan kebiasaan masyarakat sejak puluhan tahun lalu yang dikemas sedemikian rupa oleh masyarakat Tiong Hoa dan kebetulan bertepatan dengan perayaan Imlek," jelasnya.

Juwita Ratna Sari mengatakan perang air akan dimulai pada pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB sore.

"Namun dengan catatan, jika masuk waktu ibadah (salat Ashar) akan dihentikan sementara. Nanti teknisnya kita meminta dari pihak kepolisian yang mengaturnya. Intinya kita tetap menghargai saat tibanya waktu azan," kata Ratna.

Festival perang air, lanjut Ratna, akan dilaksanakan pada 22 Januari hingga 26 Januari 2023 bertepatan pada perayaan Imlek. Sejumlah aturan untuk peserta yang mengikuti perang air sudah mereka uraikan dalam sebuah imbauan.

Sementara untuk kendaraan yang diperbolehkan dalam kegiatan tersebut adalah becak motor dan sepeda motor. Tidak diperkenankan bagi kendaraan yang beroda empat.

"Aturan tersebut demi menjaga kenyamanan, keamanan, ketertiban dan kebersihan. Namun yang paling penting, iven ini bukan untuk ikut merayakan Imlek, tetapi kami (Disparpora) memanfaatkan momen ini untuk mendongkrak ekonomi masyarakat di Kepulauan Meranti," bebernya.

Sekedar informasi, perang air telah berhasil menciptakan kegembiraan bagi seluruh warga Kepulauan Meranti, baik yang berasal dari suku Melayu atau Suku Tiong Hoa dan suku lainnya. Semuanya berbaur menjadi satu bersuka ria menikmati suasana Perang Air yang hanya dilaksanakan sekali dalam setahun.

Dampak dari perang air ini sangat luar biasa bagi perekonomian di Kepulauan Meranti dimana hotel penuh, rumah makan dan transportasi becak ramai, tiket kapal habis, serta pusat  perbelanjaan ramai dan tentunya ini sangat menguntungkan bagi masyarakat.

 

Iven ini menjadi yang terunik di dunia, karena merupakan satu-satunya di Indonesia dan hanya ada dua di dunia, Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti dan Thailand. Hebatnya lagi, jika di Thailand hanya berlangsung satu hari, di Selatpanjang digelar hingga satu minggu penuh yang dimulai sejak perayaan Imlek atau tahun baru cina.

Dalam perang Air itu kelompok warga berkeliling kota menggunakan becak motor dan ada juga yang menanti korbannya dipinggir-pinggir jalan protokol sambil menyandang senjata air seperti jalan 

Siapapun yang melewati jalan tersebut tak luput dari sasaran tembak warga lainnya hingga basah kuyup, hebatnya tak ada emosi dalam iven ini kelompok warga maupun perorangan yang melakukan aksi itu sudah siap untuk ditembak dan menembak, hebatnya lagi semakin basah kuyup suasana menjadi semakin seru dan semarak.

Bahkan Bupati Kepulauan Meranti H Muhammad Adil dan Kapolres AKBP Andi Yul Lapawesean Tendri Guling SIk MH menjadi sasaran tembak warga, mereka jadi korban hingga basah kuyup. (R-01)


TOPIK TERKAIT

# RiauAkses.com# RiauAkses# perang air# imlek 2023# perang air 2023# festival perang air
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Selalu Jadi Keluhan Masyarakat, Bupati Rokan Hilir Akhirnya Beri Bantuan Mobil Pemadam

    Lancang Kuning•
    Jumat, 27/01/2023 | 10:28 WIB
    RiauAkses.com, Rokan Hilir - Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong menyerahkan bantuan satu unit mobil
  • Kasus Kematian Pekerja di Blok Rokan, AKMR Minta Masyarakat Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan Kerja

    Sumber Daya Alam•
    Jumat, 27/01/2023 | 09:31 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Asosiasi Kontraktor Migas Riau (AKMR) menghimbau semua pihak untuk
  • Tingkatkan Mobilitas Masyarakat, Pemprov Riau Alokasikan Anggaran Rp202,7 Miliar Bangun 11 Jembatan

    Riau•
    Jumat, 27/01/2023 | 08:40 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau akan membangun 11 unit jembatan untuk
  • Warga Jalan Wahid Hasyim Pekanbaru Dihebohkan Penemuan Mayat Pria di Rumah Kontrakannya

    Lancang Kuning•
    Jumat, 27/01/2023 | 08:12 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Warga Jalan Wahid Hasyim dihebohkam dengan ditemukannya seorang pria
  • Masa Jabatan Berakhir Desember 2023, Sosok ini Disebut Akan Jadi Pj Gubernur Riau

    Riau•
    Jumat, 27/01/2023 | 07:38 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Masa jabatan Gubernur Riau Syamsuar dan Wagub Edy Natar dikabarkan akan
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Pahlawan Karhutla Gugur: Muharmizan Meninggal Dunia Setelah Bertarung Lawan Api di Bengkalis

    Pahlawan Karhutla Gugur: Muharmizan Meninggal Dunia Setelah Bertarung Lawan Api di Bengkalis

    Selasa, 31/03/2026 | 19:35 WIB
  • Tahap Krusial Dimulai! 38 Peserta KI Riau Jalani Tes Potensi Besok

    Tahap Krusial Dimulai! 38 Peserta KI Riau Jalani Tes Potensi Besok

    Senin, 30/03/2026 | 15:03 WIB
  • PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh

    PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh

    Selasa, 31/03/2026 | 20:17 WIB
  • Masih Bandel Soal LHKPN? Gaji ASN di Riau Terancam Ditahan

    Masih Bandel Soal LHKPN? Gaji ASN di Riau Terancam Ditahan

    Senin, 30/03/2026 | 08:37 WIB
  • Di Balik Angka LKPJ 2025, GERAM Ingatkan Angka dalam LKPJ Bupati Meranti Harus Jadi Alarm, Bukan Sekadar Prestasi

    Di Balik Angka LKPJ 2025, GERAM Ingatkan Angka dalam LKPJ Bupati Meranti Harus Jadi Alarm, Bukan Sekadar Prestasi

    Selasa, 31/03/2026 | 07:10 WIB
  • Tak Ada Lagi Anak Putus Sekolah? Kebijakan Baru Pemko Pekanbaru Jadi Sorotan

    Tak Ada Lagi Anak Putus Sekolah? Kebijakan Baru Pemko Pekanbaru Jadi Sorotan

    Senin, 30/03/2026 | 12:11 WIB
  • Susun Renja TA 2027, Setdaprov Riau Patuhi Tahapan Perencanaan Sesuai Aturan Pusat

    Susun Renja TA 2027, Setdaprov Riau Patuhi Tahapan Perencanaan Sesuai Aturan Pusat

    Selasa, 31/03/2026 | 11:39 WIB
  • Dalam Pengiriman, Pemko Pekanbaru Tambah Belasan Bus Listrik untuk TMP

    Dalam Pengiriman, Pemko Pekanbaru Tambah Belasan Bus Listrik untuk TMP

    Selasa, 31/03/2026 | 15:03 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya