https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Ekonomi /

Warganya Tak Bisa Kerja ke Malaysia, M Adil Sebut Jadi Alasan Kepulauan Meranti Miskin

Jumat, 20 Januari 2023 | 17:46 WIB  
Penulis : Ali Imran | Editor : Hendrik Khoirul Muhid
Warganya Tak Bisa Kerja ke Malaysia, M Adil Sebut Jadi Alasan Kepulauan Meranti Miskin

Bupati Kepulauan Meranti HM Adil. Foto: Istimewa

RiauAkses.com, Jakarta – Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil menyebut daerah yang dipimpinnya saat ini sedang mengalami kemiskinan ekstrem. Pernyataan itu disampaikan Bupati Adil saat mendatangi Kantor Kementerian Sosial di Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Pasalnya, kata dia, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia menyebabkan banyak warganya kehilangan lapangan pekerjaan. Adil menyebut, gara-gara pandemi, ada 22 ribu warga Meranti yang tak bisa bekerja ke Malaysia.

“Ini kantong kemiskinan baru. Alhamdulillah, saat ini pintu ke Malaysia sudah buka kembali,” ujar Adil.

Kedatangan M Adil bersama sejumlah pejabat OPD disambut langsung oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos Arif Nahari. Adil menyampaikan, pihaknya sengaja membawa sejumlah pejabatnya untuk memperoleh informasi dan program dari Kemensos yang bisa dibawa pulang ke Kepulauan Meranti.

“Sesuai dengan Tupoksi Kemensos, kami mengharapkan ada bantuan. Terlebih dalam upaya pemberantasan kemiskinan ekstrem di Meranti,” kata Bupati.

Presiden Jokowi, tambahnya, telah menargetkan untuk nol kemiskinan ekstrem di tahun 2024 mendatang. Hal itu menurutnya hanya bisa dilakukan jika ada kolaborasi dari pemerintah pusat dan daerah.

“Sesuai perintah presiden, 2024 sudah penghapusan kemiskinan ekstrem. Makanya saya keliling ke kementerian ini,” sebutnya.

Berdasarkan rapat Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) Tahun 2022 di Provinsi Riau, Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu wilayah prioritas. Di mana tingkat kemiskinan ekstrem di Kepulauan Meranti tahun 2022 sebesar 5,53 persen dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 10.500 jiwa.

Bupati sempat mengamuk karena kurangnya perhatian pemerintah pusat ke kabupaten termuda di Riau itu. Dia menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) isinya adalah iblis dan setan. Kemarahan itu diduga dipicu dana bagi hasil (DBH) dan kemiskinan di daerah tersebut.

 

Karena permasalahan ini juga, Adil sempat mengungkapkan, sebaiknya pemerintah pusat menyerahkan daerah Meranti ke negara tetangga saja, terutama jika tak lagi mau mengurus daerah itu karena hanya mengambil dana dari hasil produksi minyaknya saja.

“Kasihkan kami ke negeri sebelah, kan saya ngomong. Atau bapak tak paham juga omongan saya. Apa perlu meranti mengangkat senjata? Kan tak mungkin kan, ini menyangkut masalah meranti yang miskin ekstrem,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos Arif Nahari dalam kesempatan itu memaparkan sejumlah program kementerian tersebut. Di antaranya program Pahlawan Ekonomi Nusantara (Pena). Tujuannya meningkatkan pendapatan KPM melalui usaha yang berkelanjutan dan tersaring nya KPM yang benar-benar membutuhkan Bansos.

“Kemensos berkontribusi terhadap penurunan beban keuangan negara dalam jangka panjang,” jelasnya.

Dia juga mengaku bahwa support dari pemerintah daerah tidak bisa dipisahkan dari upaya pemerintah pusat dalam menangani miskin ekstrem. Pihaknya meminta Pemkab Kepulauan Meranti bersurat ke Menteri Sosial dan memasukkan usulan proposal langsung ke command center Kemensos agar segera menjadi prioritas.

“Kami selalu membuka ruang, tidak membatasi. Yang penting sampaikan data-data eksis dan strategi dalam pemberantasan kemiskinan ekstrem di Meranti,” sebutnya. (R-01)


TOPIK TERKAIT

# RiauAkses# RiauAksesCom# Meranti# Miskin# Malaysia# MAdil
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Airlangga Hartarto Kumpulkan 5 DPD Golkar Sumatera di Pekanbaru, Ada Apa?

    Politik•
    Jumat, 20/01/2023 | 16:21 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Lima Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar di Sumatera
  • Unggah Foto Hoaks Penampakan Harimau di Siak, Pemuda Ini Diamankan Polisi

    Lancang Kuning•
    Jumat, 20/01/2023 | 15:33 WIB
    RiauAkses.com, Siak - Beberapa hari terakhir warga Kota Siak Sri Indrapura dihebohkan dengan
  • Kasus HGU Menyeruak di Riau, Komisi II Minta Evaluasi dan Tahan Izin Korporasi

    Riau•
    Jumat, 20/01/2023 | 15:32 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Riau, M
  • UAS Jadi Pengkhotbah Salat Jumat di Tembilahan, Masyarakat Penuhi Mesjid Raya Al-Huda

    Lancang Kuning•
    Jumat, 20/01/2023 | 14:50 WIB
    RiauAkses.com, Indragiri Hilir - Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi pengkhotbah Salat Jumat di Mesjid
  • Pejabat Pemko Pekanbaru Diimbau Segera Laporkan Harta Kekayaan Sebelum 28 Februari

    Ekonomi•
    Jumat, 20/01/2023 | 14:25 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Indra Pomi mengimbau
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Minggu, 26/04/2026 | 17:19 WIB
  • PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    Kamis, 30/04/2026 | 19:17 WIB
  • Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rabu, 29/04/2026 | 12:04 WIB
  • Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Kamis, 30/04/2026 | 07:00 WIB
  • 453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    Minggu, 26/04/2026 | 08:00 WIB
  • Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Sabtu, 25/04/2026 | 10:30 WIB
  • Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Sabtu, 25/04/2026 | 08:24 WIB
  • Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Minggu, 26/04/2026 | 16:24 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya