https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Lingkungan /

Masyarakat Meranti Kecewa, Penyaluran Kompensasi Ganti Rugi Lahan Oleh PT GSI Tak Sesuai Perjanjian

Senin, 16 Januari 2023 | 13:06 WIB  
Penulis : Ali Imran | Editor : Hendrik Khoirul Muhid
Masyarakat Meranti Kecewa, Penyaluran Kompensasi Ganti Rugi Lahan Oleh PT GSI Tak Sesuai Perjanjian

Masyarakat Meranti penerima kompensasi dari PT Gelombang Seismik Indonesia (GSI) kecewa. Foto: RiauAkses.com/ Ali Imran

RiauAkses.com, Selatpanjang – Ratusan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti penerima kompensasi kerusakan akibat proyek survei Seismik 3D guna pencarian sumur-sumur migas di Desa Kundur, Kecamatan Tebingtinggi Barat, merasa kesal dan kecewa.

Pasalnya, pembayaran uang kompensasi dari PT Gelombang Seismik Indonesia (GSI) yang dilakukan di Kantor Desa Kundur pada Sabtu (14/1/2023) lalu tak sesuai dengan perincian, dampak, maupun kerusakan yang dilaporkan di lapangan.

Bahkan saat penyerahan uang kompensasi, tak seorang pun dari pihak perusahaan PT GSI hadir. Pembagian kompensasi tersebut hanya diwakili kepada empat orang masyarakat tempatan yakni, Sukani dan Soleh serta dua rekannya. Mereka adalah tim yang dibentuk guna mendesak perusahaan segera membayar.

Menurut salah satu penerima kompensasi, lahan miliknya yang terkena dampak tidak dibayarkan semuanya. Padahal lahan yang berisikan pohon karet itu terkena lumpur dan terdapat kolam pengeboran.

“Semua tidak sesuai dihitung sesuai dampak kerusakan masing-masing yang telah laporkan,” kata sumber yang tak ingin disebut identitasnya itu.

Menurutnya, setiap titik yang diberi tanda pita berwarna merah awalnya akan dipatok sebesar Rp 100 ribu. Sementara titik dengan pita biru dibayar Rp 400 ribu. Nyatanya, titik-titik yang diberi pinta merah tidak dibayar dan titik pita biru hanya ditebus sebesar Rp 100 ribu.

Saat ditanyai terkait perincian kompensasi yang tidak sesuai dengan yang harus dibayarkan, warga tempatan itu menjawab mereka hanya perwakilan. Keempat orang perwakilan itu juga menjelaskan bahwa perusahaan sudah lepas tangan. Pembayaran kompensasi dititipkan perusahaan dan sudah dimasukkan ke dalam amplop.

“Pembayaran yang kami serahkan ini sudah diamplop dari perusahaan,” kata Sukani.

 

Sukani cs juga tidak tahu berapa jumlah titik yang didata perusahaan. Sebab perusahaan tidak memperkenankan pihak mereka untuk melihat data tersebut. Saat bertemu dengan pihak perusahaan, tim masyarakat tempatan ini hanya diberi amplop untuk disalurkan ke masyarakat.

“Memang pembayaran tidak sesuai rincian dan fakta lapangan, seperti untuk saya di lapangan 15 titik atau lobang tapi yang dibayar hanya 9 titik saja,” kata Sukani.

Sukani cs sebenarnya sudah meminta perusahaan membayar uang kompensasi sepenuhnya. Namun pihak perusahaan menawarkan jika ingin dibayarkan secara keseluruhan, maka pembayaran ditunda.

“Daripada di tunda, kita terima saja sesuai dengan yang sudah di amplop,” kata Sukani.

Mendengar hal itu sejumlah masyarakat penerima menegaskan, jika PT GSI melakukan pencarian sumber cadangan Migas di wilayah Kepulauan Meranti lagi, mereka kompak menolak dan tidak akan memberikan izin untuk masuk ke lahan mereka.

“Tentunya ini berdampak dan menjadi hambatan bagi PT. Imbang Tata Alam (ITA) untuk masuk. Kita tidak akan kita berikan izin sebelum pembayaran uang kompensasi dari PT GSI dilunasi sesuai dengan titik perincian dan dampak maupun kerusakan,” ujar seorang warga.

Sementara itu pihak PT GSI hingga kini belum bisa diminta keterangan sampai berita ini diterbitkan. (R-01)


TOPIK TERKAIT

# PT GSI# Kompensasi# Meranti# RiauAksesCom# RiauAkses
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Dua Tahun Tidak Digelar, Festival Perang Air di Kota Selatpanjang Kembali Dilaksanakan Pada Imlek 2023

    Lancang Kuning•
    Senin, 16/01/2023 | 13:06 WIB
    RiauAkses.com, Selatpanjang - Setelah dua tahun tidak dilaksanakan karena pandemi Covid-19,
  • Ponpes Baburrohmah Dapat Perhatian Lebih, Pemkab Gelontorkan Bantuan Belasan Miliar

    Lancang Kuning•
    Senin, 16/01/2023 | 10:55 WIB
    RiauAkses.com, Selatpanjang - Bupati Kepulauan Meranti M Adil baru saja meresmikan Yayasan
  • Anti Mainstream, Pria Ini Nekat Jual Sepeda Motor Milik Anggota Polisi Lewat Aplikasi

    Lancang Kuning•
    Senin, 16/01/2023 | 10:44 WIB
    RiauAkses.com, Pekanabru - Seorang pria bernama M Taufik Hidayat (24), nekat menjual sepeda motor
  • Pakai APBN, Flyover Simpang Empat Garuda Sakti Akan Dibangun 2024 Mendatang

    Lancang Kuning•
    Senin, 16/01/2023 | 08:36 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Pembangunan jalan layang atau flyover simpang empat Garuda Sakti
  • DLHK Pekanbaru Akan Segera Umumkan TPS Legal dan Ilegal

    Lancang Kuning•
    Senin, 16/01/2023 | 07:41 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan segera mengumumkan
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Minggu, 26/04/2026 | 17:19 WIB
  • PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    Kamis, 30/04/2026 | 19:17 WIB
  • Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rabu, 29/04/2026 | 12:04 WIB
  • Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Kamis, 30/04/2026 | 07:00 WIB
  • 453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    Minggu, 26/04/2026 | 08:00 WIB
  • Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Sabtu, 25/04/2026 | 10:30 WIB
  • Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Sabtu, 25/04/2026 | 08:24 WIB
  • Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Minggu, 26/04/2026 | 16:24 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya