Home / Nasional /
Cuaca Buruk Balikkan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 1 Tewas dan 157 Orang Masih Hilang
Ilustrasi Kapal Virgo Transport 8. (sumber: istimewa)
JAKARTA, RiauAkses.com - Perjalanan Virgo Transport 8 menuju Banjarmasin belum sempat memasuki garis finis ketika laut mengubah seluruh rencana. Kapal yang membawa 243 orang itu terbalik di Laut Jawa setelah menghadapi cuaca buruk dan kehilangan kontak pada Minggu dini hari, 13 September 2026.
Kapal tersebut sebelumnya meninggalkan Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026. Perjalanan berlangsung menuju Banjarmasin dengan jadwal kedatangan pada Minggu siang. Namun, perjalanan normal berubah menjadi operasi penyelamatan setelah komunikasi dengan kapal terputus.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan sekitar pukul 04.10 WITA. Informasi tersebut berasal dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi. Saat laporan diterima, posisi kapal diperkirakan berada 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih.
Sinyal komunikasi terakhir diterima sekitar pukul 02.00 WITA. Sebelum hilang kontak, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk. Laut yang biasanya hanya menjadi jalur perjalanan berubah menjadi ruang penuh ketidakpastian bagi ratusan orang.
Tim SAR langsung bergerak setelah laporan masuk. Enam personel diberangkatkan menuju Dermaga SAR Basirih sekitar pukul 04.30 WITA. Dari dermaga tersebut, perjalanan penyelamatan dilanjutkan menggunakan KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan kapal.
Operasi pencarian kemudian berkembang menjadi penyelamatan massal. Kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi ikut membantu mengevakuasi penumpang dan awak. Sebanyak 86 orang berhasil dipindahkan dari lokasi kecelakaan menuju tiga kapal penyelamat.
TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang dari Virgo Transport 8. TB TCP kemudian membawa 38 orang lainnya. Sementara MV Haida berhasil mengevakuasi 32 orang dari lokasi kecelakaan tersebut.
Namun, kabar penyelamatan itu tidak sepenuhnya membawa kelegaan. Satu orang dari kelompok yang dievakuasi menuju TB Mauhaw IX dilaporkan meninggal dunia. Identitas serta rincian kondisi korban lainnya masih dalam proses pendataan petugas.
SAR Mission Coordinator Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan perkembangan operasi tersebut. Menurutnya, jumlah orang dalam kapal membuat koordinasi berbagai unsur harus diperkuat. Petugas juga terus menyesuaikan pencarian dengan kondisi terbaru di lapangan.
“Dari 16 orang yang dievakuasi ke TB Mauhaw IX, satu orang meninggal dunia,” kata I Putu Sudayana. Ia mengatakan korban dari dua kapal lainnya masih menjalani pendataan.
Di daratan, cerita lain berlangsung di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Keluarga penumpang mulai berdatangan ke posko operasi SAR. Mereka menunggu informasi sambil menggenggam telepon, seolah layar kecil itu mampu mempercepat kabar dari tengah laut.
Posko tersebut menjadi tempat keluarga mencari kepastian mengenai kerabat masing-masing. Tidak ada peta yang mampu menggambarkan kecemasan mereka. Sebab, sebagian keluarga masih belum mengetahui nasib orang-orang yang berada dalam kapal tersebut.
Informasi mengenai kondisi kapal kemudian memperjelas beratnya situasi. General Manager Pelindo Pelabuhan Kotabaru Kalimantan Selatan, Dani Rahmat, menyebut kapal sudah berada dalam kondisi terbalik. Artinya, operasi penyelamatan menghadapi kondisi kapal yang jauh lebih sulit.
“Info terakhir posisi kapal, kondisinya sudah terbalik di tengah laut,” kata Dani Rahmat. Petugas kini terus melakukan pemantauan sambil mencari orang yang belum ditemukan.
I Putu Sudayana menegaskan seluruh unsur terkait terus dikerahkan dalam operasi tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat pencarian sekaligus memperbesar peluang keselamatan penumpang dan awak. Tim SAR juga menyiapkan peralatan sesuai perkembangan kondisi di lokasi.
“Kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait,” ujar I Putu Sudayana. Ia meminta keluarga penumpang menunggu informasi resmi dari petugas yang berada di lapangan.
Virgo Transport 8 sendiri bukan kapal baru dalam dunia pelayaran. Kapal tersebut sebelumnya bernama Ferry Kurushima dan dibangun pada 1987. Kapal itu dibuat di galangan Shin Kurushima Onishi, Jepang.
Sebelum beroperasi di Indonesia, kapal tersebut pernah melayani rute penumpang di Jepang. Rutenya menghubungkan Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama. Layanan kapal tersebut di Jepang tercatat berlangsung hingga 30 Juni 2025.
Kini sejarah panjang kapal itu berubah menjadi bagian dari operasi SAR di Laut Jawa. Perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin seharusnya berakhir di pelabuhan. Namun, cuaca buruk membuat perjalanan tersebut berubah menjadi keadaan darurat.
Sebanyak 86 orang sudah berhasil dievakuasi dari lokasi. Satu orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, pencarian terhadap mereka yang belum ditemukan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur penyelamatan.
Di laut, pencarian terus bergerak melawan waktu dan gelombang. Di daratan, keluarga masih menunggu satu hal sederhana: kabar. Untuk sementara, Laut Jawa masih menyimpan cerita tentang mereka yang belum berhasil ditemukan. ***
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Perahu Pembawa Bibit Sawit Karam, 2 Orang Dinyatakan Hilang
RiauAkses.com, Indragiri Hilir - Sebuah kapal bermuatan bibit kelapa sawit tengelam d SungaiKapal Bermuatan Minyak Mentah dari Lampung Tenggelam saat Menuju Dumai
RiauAkses.com, Dumai - Sebuah kapal yang bermuatan minyak mentah dari Lampung tenggelam di Teluk




Komentar Via Facebook :