Home / Riau /
Landasan SSK II Tak Kelihatan Jelas, Lion Air Memilih Terbang ke Batam
Ilustrasi pesawat Lion Air. (sumber: istimewa)
PEKANBARU, RiauAkses.com — Pesawat Lion Air JT292 sudah mendekati Pekanbaru ketika rencana pendaratan tiba-tiba berubah. Jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Syarif Kasim II terlalu rendah. Pesawat akhirnya meninggalkan jalur pendekatan dan mengalihkan pendaratan ke Batam demi keselamatan.
Pesawat Boeing 737-900ER tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 05.32 WIB. Penerbangan kemudian memasuki wilayah udara Pekanbaru sebelum mencoba mendekati landasan. Namun, pesawat sempat berputar beberapa kali di udara.
Rencana kedatangan sekitar pukul 07.00 WIB akhirnya tidak berjalan mulus. JT292 memilih mengubah tujuan menuju Bandara Hang Nadim Batam. Peristiwa tersebut membuat perjalanan Jakarta-Pekanbaru berubah menjadi perjalanan tambahan menuju Kepulauan Riau.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, membenarkan pengalihan tersebut. Menurut informasi Tower, jarak pandang menjadi faktor utama dalam keputusan pendaratan. Kondisi itu diperhitungkan ketika pesawat sudah memasuki fase akhir pendekatan.
“Info dari Tower bahwa pesawat Lion divert to BTH karena jarak pandang rendah,” kata Achmad. Ia juga menyebut kebutuhan pandangan terhadap landasan pada ketinggian minimum 400 kaki. Keputusan tersebut ditempuh untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Di dunia penerbangan, landasan bukan tempat untuk bermain tebak-tebakan. Pilot membutuhkan kondisi visual sesuai prosedur sebelum meneruskan pendaratan. Ketika syarat tersebut tidak terpenuhi, pesawat dapat menunggu atau mencari bandara alternatif.
Situasi pagi itu juga tidak sepenuhnya membuat semua pesawat berhenti bergerak. Pesawat Citilink dengan rute serupa sempat melakukan holding di wilayah udara Pekanbaru. Namun, pesawat tersebut akhirnya berhasil melanjutkan pendekatan dan mendarat di SSK II.
Perbedaan keputusan itu menunjukkan kondisi penerbangan dapat berubah dalam hitungan menit. Satu pesawat bisa melanjutkan pendekatan. Pesawat lain dapat memilih mengalihkan tujuan ketika perhitungan keselamatan tidak lagi menguntungkan.
Data BMKG untuk Pekanbaru pada Minggu pagi memperlihatkan kelembapan tinggi. Pada pukul 07.00 WIB, suhu tercatat 26 derajat Celsius dengan kelembapan 88 persen. Prakiraan juga menunjukkan jarak pandang kurang dari enam kilometer.
Angka tersebut bukan otomatis menjelaskan kondisi persis saat JT292 melakukan pendekatan. Namun, cuaca dan jarak pandang memang menjadi bagian penting dalam operasional penerbangan. Karena itu, keputusan pilot dan Tower harus mengikuti kondisi aktual di lapangan.
Setelah dialihkan, JT292 melanjutkan penerbangan menuju Batam. Pesawat akhirnya menggunakan Hang Nadim sebagai bandara alternatif. Para penumpang pun harus menerima kenyataan sederhana. Tujuan boleh Pekanbaru, tetapi keselamatan tetap menjadi tujuan paling utama.
Bagi penumpang, kejadian itu mungkin terasa seperti perjalanan yang tiba-tiba mendapat bab tambahan. Bagi penerbangan, pengalihan justru merupakan prosedur ketika pendaratan tidak lagi aman. Langit Pekanbaru pagi itu akhirnya memberi satu pesan keras: jangan memaksa mendarat ketika landasan sulit terlihat. R-02
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Kabut Asap Pekanbaru Makin Pekat, 177 Warga Terserang ISPA
PEKANBARU, RiauAkses.Com - Pekanbaru menghadapi penurunan kualitas udara setelah kabut asapRentetan Kabut Asap Riau Sejak 1997, Jarak Pandang Pernah Anjlok di Bawah 100 Meter
RiauAkses - Riau sudah berulang kali berhadapan dengan kabut asap dalam episode besar sejakH-7 Lebaran! Penumpang Bandara SSK II Pekanbaru Melonjak 26 Persen, Kursi Pesawat Hampir Penuh
RiauAkses.com, Pekanbaru - Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, pergerakan penumpang diTrafik Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru Naik 34 Persen Jelang Mudik Lebaran
SABANGMERAUKE NEWS, Riau – Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II mulaiDua Pengedar Narkoba Diamankan di Bandara SSK II Pekanbaru, 2 Kg Sabu Jadi Barang Bukti
RiauAkses.com, Pekanbaru - Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru menggagalkan upaya







Komentar Via Facebook :