Home / Riau /
44 Hotspot Tersisa di Riau, Dua Helikopter Kembali Memburu Api di Bengkalis
Ilustrasi seorang petugas Manggala Agni memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau. (istimewa)
PEKANBARU, RiauAkses.com — Hujan pada Jumat, 11 September 2026, membuat api di sejumlah wilayah Riau kehilangan tenaga. Hotspot pun ikut merosot dari 123 menjadi 44 titik pada Sabtu, 12 September 2026. Namun, kabar baik itu belum layak dirayakan, karena Bengkalis justru menghadirkan masalah baru.
Data BMKG Pekanbaru mencatat Indragiri Hulu masih menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak. Sebanyak 31 titik panas terpantau di kabupaten tersebut. Indragiri Hilir mengikuti dengan 12 titik, sedangkan Bengkalis memiliki satu hotspot.
Penurunan tersebut cukup brutal jika dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya. Riau kehilangan 79 hotspot dalam waktu sekitar 24 jam. Angka itu menunjukkan hujan memberi pukulan cukup keras terhadap potensi kebakaran.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, mengatakan pemantauan dilakukan melalui citra satelit. Data tersebut memperlihatkan konsentrasi hotspot masih bertumpu pada tiga wilayah Riau.
“Riau terdeteksi 44 titik panas, dengan sebaran Kabupaten Bengkalis satu titik, Indragiri Hilir 12 titik dan Indragiri Hulu 31 titik,” ujar Anggun.
Cerita api kemudian bergeser dari angka satelit menuju lapangan. Hujan cukup merata mengguyur Riau sejak Jumat dini hari. Beberapa lokasi karhutla besar di Indragiri Hulu dan Siak akhirnya dilaporkan padam.
Kepala BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau M Edy Afrizal mengatakan hujan membantu proses pemadaman. Namun, petugas tidak langsung pulang membawa selang dan helm.
Lahan gambut memiliki kebiasaan menyimpan bara di bawah permukaan. Api terlihat mati, tetapi bara dapat bertahan hingga kondisi kembali kering. Petugas karena itu tetap melakukan pendinginan di lokasi bekas terbakar.
“Tim tetap stanby di lokasi bekas terbakar, sembari melakukan pendinginan,” kata Edy. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat respons ketika bara kembali muncul.
Masalah baru kemudian muncul di Kecamatan Bantan, Bengkalis. Api kembali terdeteksi dekat lokasi yang sebelumnya berhasil dipadamkan. Tim gabungan langsung bergerak sebelum kobaran tersebut mendapat teman baru.
“Ada muncul titik api baru di Bengkalis. Lokasinya berada didekat yang sebelumnya terbakar,” ujar Edy. Dua helikopter water bombing kemudian dikerahkan membantu operasi pemadaman.
Pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca di sekitar Bengkalis. Langkah tersebut ditempuh karena terdapat potensi awan yang dapat mendukung upaya menghasilkan hujan.
Di Sumatera, persoalannya jauh lebih besar. BMKG mencatat 1.186 hotspot dengan Sumatera Selatan menyumbang 803 titik. Bangka Belitung mencatat 194 titik, sedangkan Lampung mencapai 90 titik.
Riau memang sedang mendapat jeda dari kepungan hotspot. Namun, Bengkalis mengingatkan satu hal penting. Api bisa kehilangan panggung hari ini, lalu kembali muncul ketika semua orang mulai lengah. ***
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Polsek Pinggir Usut Penguasaan 2,5 Hektare Kawasan Hutan Produksi
BENGKALIS, RiauAkses.com — Kebakaran lahan di Desa Pangkalan Libut awalnya terlihat sepertiRentetan Kabut Asap Riau Sejak 1997, Jarak Pandang Pernah Anjlok di Bawah 100 Meter
RiauAkses - Riau sudah berulang kali berhadapan dengan kabut asap dalam episode besar sejakBMKG Keluarkan Peringatan! Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
RiauAkses.com, Pekanbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkanBMKG: Sebagian Besar Riau Diguyur Hujan, Hotspot Tinggal 14 Titik
RiauAkses.com, Pekanbaru — Kabar baik datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, danWaspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Empat Wilayah Riau
RiauAkses.com, Pekanbaru - Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai







Komentar Via Facebook :