https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Lancang Kuning /

Championship Liga 2 2026/2027

Gol Gamaroni Sempat Menggigit PSIS, Namun PSPS Pulang Membawa Luka dari Jatidiri

Jumat, 11 September 2026 | 21:26 WIB  
Editor : Krisman
Gol Gamaroni Sempat Menggigit PSIS, Namun PSPS Pulang Membawa Luka dari Jatidiri

Pemain PSIS Semarang, Deri Corfe, dikawal pemain bertahan PSPS Pekanbaru, Muhammad Revan, dalam laga pertama Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (11/9/2026) malam. (sumber: Tribun Banyumas)

SEMARANG, RiauAkses.com — Ada malam ketika sebuah tim sudah berlari sekuat tenaga, tetapi pulang tetap membawa luka. PSPS Pekanbaru mengalami malam seperti itu di Stadion Jatidiri. Sempat menyamakan skor melalui Antonio Gamaroni, Askar Bertuah akhirnya tumbang setelah PSIS Semarang menemukan celah kecil.

Pertandingan pembuka Championship Liga 2 2026/2027 tersebut berlangsung Jumat malam, 11 September 2027. PSIS tampil sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh publik Jatidiri. PSPS datang dengan tugas sederhana, mencuri poin dari kandang lawan.

Namun, sepak bola jarang sesederhana tulisan di papan strategi. Menit-menit awal memperlihatkan PSPS tidak datang untuk sekadar bertahan. Matheus Machado bahkan lebih dahulu menguji penjaga gawang PSIS melalui tembakan tepat sasaran.

PSIS kemudian mulai mengambil alih kendali permainan secara perlahan. Bola lebih sering berada dalam penguasaan pemain Mahesa Jenar. PSPS dipaksa mundur sambil menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.

Tekanan tuan rumah akhirnya menemukan pintu masuk pada menit ke-26. Sebuah tendangan penjuru membuat pertahanan PSPS bekerja dalam situasi kacau. Akbar Arjunsyah muncul menyambut bola dan mengubah skor menjadi 1-0.

Gol tersebut membuat Stadion Jatidiri semakin bising malam itu. PSIS seperti mendapatkan bensin tambahan setelah membuka keunggulan. Mereka kembali menekan dan berusaha menciptakan gol kedua secepat mungkin.

Akbar kembali memperoleh peluang setelah situasi sepak pojok. Namun, kesempatan tersebut belum menghasilkan gol tambahan. Krisna Sulistia kemudian ikut mengancam melalui sepakan kaki kanan yang melebar.

PSPS seperti sedang memainkan permainan sabar di tengah tekanan. Para pemain Askar Bertuah tidak terburu-buru membongkar pertahanan lawan. Mereka terus menunggu momen yang bisa mengubah arah pertandingan.

Momen tersebut akhirnya muncul ketika babak pertama hampir selesai. Sebuah tendangan bebas dari sisi kanan membuka ruang bagi PSPS. Antonio Augusto Gamaroni kemudian datang dengan tandukan yang tepat sasaran.

Bola bersarang di gawang PSIS pada menit tambahan babak pertama. Skor berubah menjadi 1-1 ketika pertandingan hampir memasuki jeda. PSPS berhasil mencuri sesuatu yang sempat terlihat mustahil.

Gamaroni pun menjadi penyelamat sementara bagi tim tamu. Golnya membuat PSPS memasuki ruang ganti dengan kepala lebih tegak. Sebaliknya, PSIS harus memikirkan kembali cara membongkar pertahanan lawan.

 

Babak kedua kemudian berjalan seperti pertandingan yang baru dimulai. PSIS kembali menyerang dengan tempo tinggi sejak awal. PSPS harus kembali bekerja keras mengamankan wilayah pertahanan mereka.

Komang Tri Arta sempat menggetarkan gawang PSPS setelah laga berjalan satu jam. Namun, wasit membatalkan gol tersebut karena pelanggaran lebih dahulu terjadi. Deri Corfe dianggap melakukan pelanggaran terhadap Dicky Agung.

Keputusan itu membuat PSPS kembali mendapatkan napas panjang. Tetapi napas tersebut ternyata tidak berlangsung terlalu lama. PSIS terus mencari lubang di antara barisan pertahanan Askar Bertuah.

Pada menit ke-72, lubang itu akhirnya terbuka juga. Deri Corfe memberikan sodoran bola kepada Lorensius Sabda. Pemain PSIS tersebut kemudian melepaskan tembakan melengkung menuju tiang jauh.

Dicky Agung kali ini tidak mampu menjangkau bola tersebut. PSIS kembali unggul setelah skor bertahan imbang cukup lama. Lorensius mengubah pertandingan dengan sebuah penyelesaian yang dingin.

PSPS sebenarnya belum menyerah setelah kembali tertinggal. Akhyar Ilyas meminta para pemain meningkatkan tekanan menuju pertahanan PSIS. Setiap menit setelah gol tersebut menjadi semakin berharga.

Namun, mengejar ketertinggalan selalu membutuhkan dua hal penting. Pertama keberanian, kemudian ketenangan ketika peluang datang. PSPS memiliki keberanian, tetapi penyelesaian akhirnya belum mampu mengimbangi tekanan.

PSIS bahkan hampir memperbesar keunggulan melalui Miftahul Hamdi. Sepakan jarak dekatnya mengarah ke gawang PSPS. Dicky Agung tampil sigap dan menggagalkan peluang tersebut.

Penyelamatan itu sempat menjaga harapan Askar Bertuah tetap menyala. PSPS kemudian terus mendorong pemain menuju wilayah pertahanan tuan rumah. Tetapi waktu bergerak lebih cepat daripada serangan mereka.

Peluit panjang akhirnya menjadi tanda berakhirnya perlawanan PSPS. Skor 2-1 membuat PSIS mengamankan tiga poin perdana. Sementara itu, PSPS harus menerima kekalahan dalam pertandingan pembuka musim.

Ada satu hal menarik dari pertandingan tersebut. PSPS sebenarnya tidak kalah tanpa memberikan perlawanan berarti. Mereka mampu membuat PSIS kehilangan kenyamanan setelah gol Gamaroni.

 

Masalahnya, sepak bola sering ditentukan detail kecil. Satu bola mati menghasilkan gol untuk PSPS. Satu tembakan melengkung kemudian menjadi pembeda bagi PSIS.

Bagi Akhyar Ilyas, kekalahan ini tentu menyimpan bahan evaluasi. PSPS perlu memperbaiki konsentrasi ketika memasuki fase menentukan. Pertandingan pertama sudah memberikan gambaran kerasnya perjalanan musim ini.

Bagi PSIS, kemenangan tersebut menjadi pembuka yang cukup manis. Mahesa Jenar mampu melewati pertandingan penuh tekanan tanpa kehilangan kendali. Mereka juga menunjukkan kemampuan merespons ketika lawan berhasil menyamakan skor.

PSPS kini harus menatap pertandingan berikutnya tanpa terlalu lama meratapi hasil. Kekalahan pertama bukan akhir perjalanan panjang kompetisi. Namun, laga di Jatidiri sudah memberikan pesan cukup jelas. ***


TOPIK TERKAIT

# PSPS Pekanbaru# PSIS Semarang# Championship Liga 2 2026/2027# Akhyar Ilyas
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • PSPS Pekanbaru Tundukkan Persekat Tegal 4-2, Pastikan Posisi di Liga 2 Musim Depan

    Riau•
    Selasa, 21/04/2026 | 18:34 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - PSPS Pekanbaru meraih kemenangan penting saat menjamu Persekat Tegal
  • PSPS Pekanbaru Masih Tertahan di Papan Tengah, Enam Laga Selanjutnya Jadi Penentu Nasib

    Riau•
    Sabtu, 28/03/2026 | 12:49 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru – PSPS Pekanbaru masih belum mampu keluar dari tekanan papan tengah
  • Skor 0-0, PSPS Pekanbaru Gagal Raih Poin Penuh dari Garudayaksa FC

    Riau•
    Minggu, 01/03/2026 | 06:02 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - PSPS Pekanbaru kembali bermain imbang di Stadion Kaharuddin
  • Komdis PSSI Berikan Sanksi PSPS Pekanbaru, Lakoni Pertandingan Tanpa Penonton

    Riau•
    Selasa, 24/02/2026 | 12:32 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - PSPS Pekanbaru dipastikan akan melakoni laga kandang perdana mereka
  • PSPS Tahan Imbang Adhyaksa FC 2-2 Lewat Gol Dramatis di Injury Time

    Riau•
    Sabtu, 21/02/2026 | 09:53 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Laga sengit antara Adhyaksa FC kontra PSPS Pekanbaru berakhir
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Polsek Pinggir Usut Penguasaan 2,5 Hektare Kawasan Hutan Produksi

    Polsek Pinggir Usut Penguasaan 2,5 Hektare Kawasan Hutan Produksi

    Jumat, 11/09/2026 | 16:02 WIB
  • X-Fire Diuji di Pelalawan, Polda Riau Bidik Pemadaman Lahan Gambut Tanpa Bara Tersisa

    X-Fire Diuji di Pelalawan, Polda Riau Bidik Pemadaman Lahan Gambut Tanpa Bara Tersisa

    Jumat, 11/09/2026 | 15:40 WIB
  • IHSG Jatuh ke 6.484, Investor Menanti Data Inflasi Amerika Serikat

    IHSG Jatuh ke 6.484, Investor Menanti Data Inflasi Amerika Serikat

    Jumat, 11/09/2026 | 09:47 WIB
  • Polsek Bangko Pusako Tangkap Dua Terduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

    Polsek Bangko Pusako Tangkap Dua Terduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

    Jumat, 11/09/2026 | 15:19 WIB
  • Pencurian Pipa PHR Digagalkan Security, Kerugian Ditaksir Rp24 Juta

    Pencurian Pipa PHR Digagalkan Security, Kerugian Ditaksir Rp24 Juta

    Jumat, 11/09/2026 | 15:57 WIB
  • Gol Gamaroni Sempat Menggigit PSIS, Namun PSPS Pulang Membawa Luka dari Jatidiri

    Gol Gamaroni Sempat Menggigit PSIS, Namun PSPS Pulang Membawa Luka dari Jatidiri

    Jumat, 11/09/2026 | 21:26 WIB
  • Harga Minyak Tembus US$108, Rupiah Tertekan ke Rp17.570 per Dolar AS

    Harga Minyak Tembus US$108, Rupiah Tertekan ke Rp17.570 per Dolar AS

    Jumat, 11/09/2026 | 09:29 WIB
  • Harga Emas Naik di Pegadaian, Risiko Pasar Global Masih Mengintai

    Harga Emas Naik di Pegadaian, Risiko Pasar Global Masih Mengintai

    Jumat, 11/09/2026 | 09:03 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya