https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Ekonomi /

Harga Emas Naik di Pegadaian, Risiko Pasar Global Masih Mengintai

Jumat, 11 September 2026 | 09:03 WIB  
Editor : Krisman
Harga Emas Naik di Pegadaian, Risiko Pasar Global Masih Mengintai

Ilustrasi harga emas Antam. (antarafoto)

JAKARTA, RiauAkses.com - Harga emas Antam di Pegadaian kembali menguat pada Jumat, 11 September 2026. Kenaikan Rp15.000 membawa harga satu gram menjadi Rp2.665.000. Namun, angka tersebut menyimpan cerita lain ketika dibandingkan dengan harga buyback.

Pegadaian mencatat harga buyback satu gram berada di Rp2.408.000. Artinya, terdapat selisih Rp257.000 antara harga pembelian dan harga pembelian kembali. Selisih ini menjadi angka penting bagi orang yang membeli emas untuk mencari keuntungan.

Kenaikan harga harian tidak otomatis membuat investasi langsung menghasilkan keuntungan. Pembeli masih harus melewati jarak antara harga beli dan harga buyback. Karena itu, emas membutuhkan kenaikan cukup besar sebelum hasil penjualan mampu melampaui modal awal.

Pada perdagangan Kamis, harga Antam satu gram masih berada di Rp2.650.000. Harga buyback saat itu mencapai Rp2.395.000. Sehari kemudian, kedua angka tersebut sama-sama bergerak naik.

Kondisi serupa terjadi pada kepingan 0,5 gram. Harga jual naik menjadi Rp1.384.000. Sementara harga buyback mencapai Rp1.204.000, sehingga selisih transaksi berada di Rp180.000.

Untuk kepingan 2 gram, Pegadaian mencatat harga jual Rp5.268.000. Harga buyback berada di Rp4.817.000. Selisih antara keduanya mencapai Rp451.000.

Emas Antam 3 gram dijual Rp7.877.000. Harga buyback tercatat Rp7.226.000. Dengan demikian, terdapat jarak Rp651.000 antara harga ketika membeli dan menjual kembali.

Pada ukuran 5 gram, harga jual mencapai Rp13.094.000. Sementara harga buyback berada di Rp12.044.000. Selisih transaksi mencapai Rp1.050.000 untuk kepingan tersebut.

Kepingan 10 gram memiliki harga jual Rp26.132.000. Harga buyback tercatat Rp24.088.000. Perbedaannya mencapai Rp2.044.000.

Untuk emas 25 gram, harga jual berada di Rp65.201.000. Harga buyback mencapai Rp59.925.000. Selisihnya menembus Rp5.276.000.

Semakin besar kepingan, semakin besar pula nominal selisih transaksi. Namun, persentase selisih tidak selalu berubah secara proporsional. Investor tetap perlu menghitung harga rata-rata pembelian sebelum mengambil keputusan menjual.

Pegadaian juga mencatat harga emas Antam 50 gram sebesar Rp130.321.000. Harga buyback berada di Rp119.850.000. Sementara ukuran 100 gram mencapai Rp260.563.000 dengan buyback Rp239.700.000.

 

Di titik ini, kenaikan harga harian menjadi semakin menarik. Harga emas memang naik, tetapi investor perlu melihat pergerakan jangka lebih panjang. Selisih transaksi dapat membuat keuntungan terlihat lebih lambat dibanding kenaikan harga di layar.

Cerita domestik tersebut berjalan beriringan dengan kondisi emas dunia. Harga emas global sempat jatuh 1,84 persen pada perdagangan Kamis. Penurunan itu membawa harga ke sekitar US$4.317,3 per troy ons.

Pemicunya datang dari data ekonomi Amerika Serikat. Inflasi produsen AS meningkat 0,4 persen secara bulanan sepanjang Agustus. Secara tahunan, inflasi produsen mencapai 5,4 persen.

Angka tersebut membuat pasar kembali menghitung peluang perubahan suku bunga Federal Reserve. Ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin meningkat hingga sekitar 71 persen. Sebelumnya, peluang tersebut berada di sekitar 61 persen.

Bagi emas, kondisi tersebut bukan kabar ringan. Emas tidak menghasilkan bunga seperti instrumen keuangan tertentu. Ketika imbal hasil aset berbasis dolar meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan dana dari logam mulia.

Tekanan juga muncul dari pasar surat utang Amerika Serikat. Imbal hasil Treasury meningkat setelah hasil operasi pembelian kembali surat utang berada di bawah perkiraan. Kenaikan imbal hasil dapat membuat emas kehilangan sebagian daya tariknya.

Harga minyak ikut menambah bumbu pada situasi pasar. Konflik AS-Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya energi. Jika energi semakin mahal, tekanan inflasi berpotensi kembali menjadi masalah bagi bank sentral.

Meski begitu, emas belum sepenuhnya kehilangan tenaga. Pada Jumat pagi, harga emas berada di sekitar US$4.332,29 per troy ons. Secara harian, angka tersebut menguat 0,35 persen.

Namun, performa mingguan masih negatif. Harga emas turun sekitar 1,65 persen dalam sepekan. Secara tahunan, logam mulia tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 19,02 persen.

Perbedaan arah tersebut memperlihatkan pasar emas sedang menghadapi pertarungan besar. Harga Antam di dalam negeri naik, sementara harga global masih mencari pijakan. Investor akhirnya harus memperhatikan dua layar sekaligus.

Dari sisi teknikal, emas masih menunjukkan kecenderungan bearish. Relative Strength Index 14 hari berada di sekitar 46. Posisi tersebut memperlihatkan tekanan jual belum sepenuhnya menghilang.

Namun, Stochastic RSI berada jauh di bawah 20. Kondisi itu menunjukkan emas sudah masuk wilayah jenuh jual. Situasi tersebut membuka kemungkinan terjadinya pantulan harga dalam perdagangan berikutnya.

 

Area US$4.359 menjadi salah satu level yang patut diperhatikan. Jika berhasil ditembus, emas berpeluang bergerak menuju US$4.386. Kenaikan berikutnya dapat membuka ruang menuju kisaran US$4.427 hingga US$4.473.

Sebaliknya, kegagalan bertahan di area support dapat membuat tekanan kembali membesar. Level US$4.308 menjadi batas penting dalam skenario penurunan. Jika ditembus, emas berpotensi bergerak menuju US$4.275 hingga US$4.235.

Skenario paling pesimistis menempatkan harga emas di sekitar US$4.136. Level tersebut menjadi ancaman apabila tekanan jual kembali menguasai pasar. Namun, arah akhir tetap bergantung pada data ekonomi Amerika dan keputusan Federal Reserve.

Bagi calon pembeli emas, persoalannya bukan sekadar harga naik atau turun. Waktu membeli, ukuran kepingan, selisih buyback, dan kebutuhan dana juga harus dihitung. Emas boleh disebut aset pelindung nilai, tetapi transaksi tetap punya biaya.

Harga Antam di Pegadaian dapat berubah mengikuti perkembangan pasar. Karena itu, angka pada Jumat, 11 September 2026, menjadi gambaran perdagangan saat itu. Investor tetap perlu memeriksa harga terbaru sebelum melakukan pembelian atau penjualan. **


TOPIK TERKAIT

# Harga emas# Emas Antam# Emas Pegadaian# Emas dunia# Investasi emas
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Kilau Emas Antam 26 Desember 2025: Naik Lagi ke Level Rp 2,576 Juta

    Ekonomi•
    Jumat, 26/12/2025 | 13:54 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru  – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • IHSG Jatuh ke 6.484, Investor Menanti Data Inflasi Amerika Serikat

    IHSG Jatuh ke 6.484, Investor Menanti Data Inflasi Amerika Serikat

    Jumat, 11/09/2026 | 09:47 WIB
  • Harga Minyak Tembus US$108, Rupiah Tertekan ke Rp17.570 per Dolar AS

    Harga Minyak Tembus US$108, Rupiah Tertekan ke Rp17.570 per Dolar AS

    Jumat, 11/09/2026 | 09:29 WIB
  • Harga Emas Naik di Pegadaian, Risiko Pasar Global Masih Mengintai

    Harga Emas Naik di Pegadaian, Risiko Pasar Global Masih Mengintai

    Jumat, 11/09/2026 | 09:03 WIB
  • Polsek Bangko Pusako Tangkap Dua Terduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

    Polsek Bangko Pusako Tangkap Dua Terduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

    Jumat, 11/09/2026 | 15:19 WIB
  • Pencurian Pipa PHR Digagalkan Security, Kerugian Ditaksir Rp24 Juta

    Pencurian Pipa PHR Digagalkan Security, Kerugian Ditaksir Rp24 Juta

    Jumat, 11/09/2026 | 15:57 WIB
  • X-Fire Diuji di Pelalawan, Polda Riau Bidik Pemadaman Lahan Gambut Tanpa Bara Tersisa

    X-Fire Diuji di Pelalawan, Polda Riau Bidik Pemadaman Lahan Gambut Tanpa Bara Tersisa

    Jumat, 11/09/2026 | 15:40 WIB
  • Polsek Pinggir Usut Penguasaan 2,5 Hektare Kawasan Hutan Produksi

    Polsek Pinggir Usut Penguasaan 2,5 Hektare Kawasan Hutan Produksi

    Jumat, 11/09/2026 | 16:02 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya