Home / Riau /
857 Cartridge Etomidate Masuk Lewat Jalur Laut, Kurir di Dumai Dijanjikan Rp25 Juta
Sebanyak 857 cartridge yang mengandung etomidate disita Bareskrim Polri di Dumai, Riau. Foto: Istimewa
DUMAI, RiauAkses - Sebanyak 857 cartridge yang mengandung etomidate disita Bareskrim Polri di Dumai, Riau. Barang tersebut diduga bagian dari jaringan penyelundupan narkotika internasional yang masuk melalui jalur laut dari Malaysia.
Dalam pengungkapan itu, polisi menangkap seorang pria berinisial AG yang diduga berperan sebagai kurir. Ia diamankan di Wisma Lagoi, Rimba Sekampung, Dumai, pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan bermula dari informasi mengenai dugaan transaksi narkotika di wilayah Dumai dan Pekanbaru.
Penyidik kemudian melakukan pemantauan bersama Bea-Cukai Dumai hingga mengikuti pergerakan AG ke sebuah penginapan.
Saat digeledah, polisi menemukan tas berisi sembilan bungkus besar yang memuat 857 cartridge mengandung etomidate.
“Ditemukan sembilan bungkus besar berisi 857 cartridge mengandung etomidate,” ujar Eko dalam keterangan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Dijanjikan Rp25 Juta
Dari pemeriksaan awal, AG mengaku mendapat perintah dari seseorang bernama Fahmi, yang disebut berasal dari Aceh.
Perintah tersebut diberikan melalui WhatsApp. AG diminta menjemput barang di wilayah Dumai.
Imbalannya bukan kecil. AG mengaku dijanjikan Rp25 juta jika tugas sebagai kurir berhasil diselesaikan.
“Fahmi menjanjikan upah sebesar Rp25 juta setelah pekerjaan sebagai kurir selesai dan berhasil,” kata Eko.
Namun, sebelum menerima bayaran tersebut, AG lebih dulu ditangkap bersama barang yang dibawanya.
Polisi kini tidak berhenti pada penangkapan kurir. Nama Fahmi dan pihak lain yang diduga terlibat sedang ditelusuri untuk membongkar jaringan di atasnya.
Diduga Masuk dari Malaysia
Bareskrim menduga etomidate tersebut masuk melalui jalur laut dari Malaysia menuju Indonesia, dengan perairan Rupat menjadi salah satu jalur yang didalami penyidik.
Dumai menjadi titik penting dalam pengungkapan karena wilayah tersebut memiliki akses langsung ke jalur perairan internasional.
Dalam kasus ini, penyidik menyita 857 cartridge etomidate, uang tunai Rp260 ribu yang disebut sebagai uang jalan, satu unit telepon genggam dan satu unit mobil.
Bareskrim memperkirakan nilai ekonomi barang yang berhasil diamankan mencapai Rp2,5 miliar. Polisi juga memperkirakan penyitaan tersebut mencegah potensi penyalahgunaan narkotika terhadap sekitar 426 orang.
AG bersama barang bukti telah dibawa ke Kantor Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di Jakarta untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.
Kini, pertanyaan terbesar bukan lagi siapa kurir yang tertangkap.
Polisi masih harus membongkar siapa pengirim barang, siapa pengendali jalur Malaysia-Rupat, dan siapa penerima akhir 857 cartridge tersebut. (R-07)
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Rentetan Kabut Asap Riau Sejak 1997, Jarak Pandang Pernah Anjlok di Bawah 100 Meter
RiauAkses - Riau sudah berulang kali berhadapan dengan kabut asap dalam episode besar sejak323 Dokumen Diseret dari RSD Madani, Polda Riau Mulai Bongkar Dugaan Korupsi
PEKANBARU, RiauAkses - Suasana di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru mendadak memanas.Janji Ajak Makan Enak Justru Berakhir Pemerkosaan Bagi Gadis di Dumai
RiauAkses - Polres Dumai berhasil mengamankan pria berinisial RS berusia 25 tahun. Ia menjadiPanen Jagung di Sungai Sembilan, PT Agro Murni Tunjukkan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan
RiauAkses - Mendukung Program Nasional Ketahanan Pangan Tahun 2026, PT Agro Murni bersama18 Aset Eks Caltex Diburu Pekanbaru, Ada Tanah TPU hingga Sekolah
PEKANBARU, RiauAkses - Pemerintah Kota Pekanbaru memperjuangkan hibah sekitar 18 aset eks Caltex di







Komentar Via Facebook :