https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Riau /

Rp602 Miliar Mengalir ke Riau, Tapi APBD Masih Tercekik: Bengkalis Dapat Terbesar

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:49 WIB  
Editor : PP. Sianturi
Rp602 Miliar Mengalir ke Riau, Tapi APBD Masih Tercekik: Bengkalis Dapat Terbesar

Rp602 Miliar Mengalir ke Riau, Tapi APBD Masih Tercekik: Bengkalis Dapat Terbesar, Foto: Istimewa

RiauAkses - Pemerintah pusat kembali menggelontorkan dana untuk membantu keuangan pemerintah daerah. Namun, kucuran Rp602,33 miliar untuk seluruh pemerintah daerah di Riau belum mampu menghapus tekanan fiskal yang dalam dua tahun terakhir membebani APBD.

Dana tersebut merupakan bagian dari total Rp18,91 triliun yang dialokasikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah se-Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 198 Tahun 2026.

Untuk Riau, dana Rp602,33 miliar diberikan kepada 12 kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Riau. Anggaran tersebut berasal dari tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) 2026 serta pembayaran kurang bayar hingga tahun anggaran 2024.

Masalahnya, tambahan dana itu datang ketika kemampuan fiskal daerah sedang berada dalam tekanan.

Sejumlah pemerintah daerah masih menghadapi persoalan pembiayaan rutin, termasuk pembayaran gaji PPPK. Program pembangunan dan kegiatan organisasi perangkat daerah juga terpaksa dipangkas atau ditunda karena ruang fiskal semakin sempit.

Seorang kepala daerah di Riau menyebut dana yang dikucurkan pemerintah pusat tersebut masih jauh dari kebutuhan riil daerah.

«“Kucuran dana tersebut masih jauh dari harapan. Dana yang ditransfer saat ini sangat terbatas, padahal kebutuhan daerah cukup besar dan mendesak.”»

Kondisi tersebut menggambarkan persoalan yang lebih besar: tambahan transfer pusat memang memberi napas, tetapi belum menyelesaikan persoalan struktural keuangan daerah.

Pemda bahkan harus melakukan efisiensi di berbagai sektor sembari berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kegiatan-kegiatan OPD terpaksa kita tunda. APBD dalam kondisi tertekan. Kita berjuang semaksimal mungkin untuk menggarap PAD, namun belum sesuai yang diharapkan,” ujarnya.

Bengkalis Dapat Terbesar

Dari total dana yang dialokasikan ke Riau, Kabupaten Bengkalis menjadi penerima terbesar dengan Rp154,14 miliar.

Berikut rincian alokasi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 198 Tahun 2026:

1. Bengkalis: Rp154,14 miliar
2. Rokan Hilir: Rp106 miliar
3. Dumai: Rp79,76 miliar
4. Kuantan Singingi: Rp70,88 miliar
5. Kepulauan Meranti: Rp47,67 miliar
6. Siak: Rp29,81 miliar
7. Kampar: Rp25,50 miliar
8. Indragiri Hilir: Rp24,71 miliar
9. Pelalawan: Rp17,45 miliar
10. Rokan Hulu: Rp11,91 miliar
11. Pekanbaru: Rp9,73 miliar
12. Indragiri Hulu: Rp9,34 miliar
13. Provinsi Riau: Rp15,42 miliar.

Dengan demikian, persoalannya bukan semata berapa besar dana yang masuk, tetapi seberapa jauh tambahan dana tersebut mampu menutup kebutuhan daerah yang sudah terlanjur besar.

Bagi pemerintah daerah, Rp602 miliar tentu menjadi tambahan ruang fiskal. Namun jika kebutuhan rutin, kewajiban pembayaran pegawai, defisit, serta program pembangunan yang tertunda terus menumpuk, kucuran tersebut berpotensi hanya menjadi “napas tambahan”, bukan solusi permanen bagi APBD Riau. (R-07)


TOPIK TERKAIT

# Riau# APBD Riau# Dana Transfer Pusat# Kementerian Keuangan# Menkeu# Bengkalis# Anggaran Daerah# RiauAkses
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • 72,28 Juta Penduduk Bersinggungan dengan Kawasan Hutan, Pemerintah Didesak Segera Tuntaskan Konflik Agraria

    Nasional•
    Selasa, 11/08/2026 | 21:31 WIB
    JAKARTA, RiauAkses - Konflik agraria di Indonesia menyentuh skala yang jauh lebih besar dari
  • Ini Komoditas Bahan Pangan Indonesia yang Sangat Tergantung dengan Impor

    Nasional•
    Minggu, 09/08/2026 | 23:40 WIB
    SabangMerauke News - Indonesia mulai memperkuat produksi pangan dalam negeri. Namun, di tengah
  • Minyak Habis, Sawit dan HTI Menghampar: Ke Mana Arah Ekonomi Riau di Usia 69 Tahun?

    Riau•
    Minggu, 09/08/2026 | 23:35 WIB
    SabangMerauke News - Provinsi Riau genap berusia 69 tahun pada 9 Agustus 2026. Hampir tujuh
  • Nasib Pengelola Pasar Bawah di Ujung Tanduk, Pemko Pekanbaru Bahas Kelanjutan Revitalisasi Pekan Depan

    Riau•
    Sabtu, 08/08/2026 | 20:07 WIB
    RiauAkses - Nasib PT Ali Akbar Sejahtera (AAS) selaku pengelola Pasar Wisata Pasar Bawah
  • Sepuluh Hari Karhutla di Pelalawan Belum Padam, Petugas Hadapi Medan Sulit

    Riau•
    Sabtu, 08/08/2026 | 19:56 WIB
    RiauAkses - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan,
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Minyak Habis, Sawit dan HTI Menghampar: Ke Mana Arah Ekonomi Riau di Usia 69 Tahun?

    Minyak Habis, Sawit dan HTI Menghampar: Ke Mana Arah Ekonomi Riau di Usia 69 Tahun?

    Minggu, 09/08/2026 | 23:35 WIB
  • Ini Komoditas Bahan Pangan Indonesia yang Sangat Tergantung dengan Impor

    Ini Komoditas Bahan Pangan Indonesia yang Sangat Tergantung dengan Impor

    Minggu, 09/08/2026 | 23:40 WIB
  • Sepuluh Hari Karhutla di Pelalawan Belum Padam, Petugas Hadapi Medan Sulit

    Sepuluh Hari Karhutla di Pelalawan Belum Padam, Petugas Hadapi Medan Sulit

    Sabtu, 08/08/2026 | 19:56 WIB
  • Nasib Pengelola Pasar Bawah di Ujung Tanduk, Pemko Pekanbaru Bahas Kelanjutan Revitalisasi Pekan Depan

    Nasib Pengelola Pasar Bawah di Ujung Tanduk, Pemko Pekanbaru Bahas Kelanjutan Revitalisasi Pekan Depan

    Sabtu, 08/08/2026 | 20:07 WIB
  • Rp602 Miliar Mengalir ke Riau, Tapi APBD Masih Tercekik: Bengkalis Dapat Terbesar

    Rp602 Miliar Mengalir ke Riau, Tapi APBD Masih Tercekik: Bengkalis Dapat Terbesar

    Selasa, 11/08/2026 | 21:49 WIB
  • 72,28 Juta Penduduk Bersinggungan dengan Kawasan Hutan, Pemerintah Didesak Segera Tuntaskan Konflik Agraria

    72,28 Juta Penduduk Bersinggungan dengan Kawasan Hutan, Pemerintah Didesak Segera Tuntaskan Konflik Agraria

    Selasa, 11/08/2026 | 21:31 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya