Home / Hukum /
Tes Urine Positif Ganja, Anak Bupati Ini Mengaku Tak Pernah Pakai, Begini Penjelasan Medis
Polisi gerebek pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Pekanbaru, Sabtu, 23 Mei 2026. Foto: Dok SM News
RiauAkses.com, Pekanbaru – Kasus seorang anak bupati di Riau yang dinyatakan positif ganja setelah diamankan dalam pengungkapan dugaan pesta narkoba di Pekanbaru menjadi perhatian publik. Pasalnya, hasil asesmen yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak terbukti menggunakan ganja secara langsung, meski hasil pemeriksaan mendeteksi kandungan zat tersebut di tubuhnya.
Anak pejabat daerah yang diketahui berinisial AF itu sebelumnya diamankan bersama sejumlah orang lain dalam operasi yang dilakukan aparat gabungan di sebuah tempat hiburan malam di Pekanbaru. Setelah menjalani pemeriksaan dan asesmen terpadu, AF dinyatakan positif etomidate dan ganja. Namun, temuan tersebut memunculkan pertanyaan karena AF membantah pernah mengonsumsi ganja.
Hasil Asesmen Ungkap Fakta Berbeda
Kepala BNN Kota Pekanbaru menjelaskan bahwa hasil pendalaman tim asesmen menemukan tidak ada bukti yang menunjukkan AF menggunakan ganja secara langsung. Keterangan tersebut juga diperkuat oleh pengakuan dua orang lain yang diketahui sebagai pengguna ganja dalam kasus tersebut.
Menurut hasil investigasi tim asesmen, AF diduga terpapar asap ganja ketika berada di dalam toilet yang sebelumnya digunakan oleh dua orang lain untuk mengisap narkotika tersebut. Kondisi ruangan yang tertutup diduga menjadi faktor yang menyebabkan zat dari asap ganja masuk ke dalam tubuh AF dan terdeteksi saat pemeriksaan.
Temuan ini kemudian menjadi dasar bagi tim asesmen untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait kemungkinan seseorang dinyatakan positif ganja akibat paparan asap dari lingkungan sekitar.
Penjelasan Medis Soal Paparan Asap Ganja
Dalam proses asesmen, BNN juga meminta pendapat tenaga medis mengenai kemungkinan seseorang dinyatakan positif ganja meski tidak mengonsumsinya secara langsung. Berdasarkan penjelasan dokter yang dilibatkan dalam asesmen, kondisi tersebut memang memungkinkan terjadi dalam situasi tertentu, terutama jika seseorang berada di ruang tertutup yang dipenuhi asap ganja dalam waktu tertentu.
Paparan asap ganja secara pasif atau secondhand smoke diketahui dapat menyebabkan zat aktif dalam ganja masuk ke saluran pernapasan orang yang berada di sekitar lokasi penggunaan. Dalam kondisi tertentu, terutama di ruangan minim ventilasi, kandungan zat tersebut berpotensi terdeteksi melalui tes laboratorium.
Penjelasan medis tersebut memperkuat keterangan AF yang mengaku tidak pernah menggunakan ganja secara langsung. Hasil pendalaman tim asesmen akhirnya menyimpulkan bahwa status positif ganja yang muncul dalam pemeriksaan kemungkinan besar berasal dari paparan asap di lingkungan tempat kejadian.
Tidak Terlibat Jaringan Narkotika
Selain mendalami penyebab hasil tes positif ganja, tim asesmen terpadu yang terdiri dari unsur hukum dan medis juga menelusuri kemungkinan keterlibatan AF dalam jaringan peredaran narkotika.
Hasilnya, tidak ditemukan indikasi bahwa AF terlibat dalam jaringan pengedar maupun aktivitas peredaran narkoba. Tim asesmen menyimpulkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki keterkaitan dengan sindikat narkotika dan masuk dalam kategori pengguna narkotika ringan terkait temuan etomidate.
Berdasarkan rekomendasi tersebut, AF tidak diproses sebagai bagian dari jaringan peredaran narkoba. Sebagai gantinya, ia diwajibkan menjalani program rehabilitasi rawat jalan yang dilaksanakan oleh BNN Kota Pekanbaru. Program tersebut dijadwalkan berlangsung sebanyak empat kali sesi sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pengawasan.
Berawal dari Pengungkapan Dugaan Pesta Narkoba
Kasus ini bermula dari operasi aparat gabungan yang mengamankan 13 orang dalam dugaan pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Pekanbaru. Dari jumlah tersebut, delapan orang merupakan laki-laki dan lima lainnya perempuan yang berasal dari sejumlah daerah di Riau.
Dalam operasi tersebut, petugas turut menemukan sejumlah barang bukti berupa ganja kering dan cairan etomidate dari beberapa tersangka. Seluruh orang yang diamankan kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk mengetahui keterlibatan masing-masing dalam penggunaan narkotika.
Hasil tes menunjukkan sebagian orang positif ganja, sementara lainnya positif etomidate. AF menjadi salah satu yang menarik perhatian karena hasil pemeriksaannya menunjukkan positif terhadap dua zat sekaligus, yakni ganja dan etomidate. Namun setelah dilakukan asesmen lebih lanjut, ditemukan fakta bahwa kandungan ganja yang terdeteksi diduga berasal dari paparan asap di lokasi kejadian.
Jadi Sorotan Publik
Kasus ini memicu berbagai reaksi di tengah masyarakat karena melibatkan anak seorang kepala daerah. Di sisi lain, penjelasan dari BNN mengenai kemungkinan seseorang positif ganja akibat menghirup asap secara tidak langsung turut menjadi perbincangan luas.
Meski demikian, aparat menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, asesmen hukum, dan kajian medis yang melibatkan berbagai pihak terkait. Keputusan yang diambil terhadap AF juga merujuk pada hasil asesmen terpadu yang menyatakan tidak adanya keterlibatan dalam jaringan peredaran narkotika.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa paparan lingkungan dalam penggunaan narkotika dapat menjadi faktor yang diperhitungkan dalam proses pemeriksaan dan asesmen, terutama ketika seseorang berada di lokasi yang sama dengan pengguna aktif dalam ruang tertutup. (R-05)
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Sulit Ditemukan di Pasar Tradisional, Ini Karakteristik 4 Melon Eksklusif di Pekanbaru
RiauAkses.com, Pekanbaru - Tidak semua buah melon mudah ditemukan di pasar tradisional. DiBRK Syariah Gelar Pemotongan 19 Hewan Kurban, Tebar Kepedulian dan Kebersamaan
RiauAkses.com, Pekanbaru – PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) melaksanakan kegiatanBermalam di Rumah Warga, Tim Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla di Pasir Limau Kapas dan Kandis
RiauAkses.com, Rokan Hilir - Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah SumateraRekomendasi Liburan Keluarga: Menikmati Manisnya Melon Premium di Agrowisata Pekanbaru
RiauAkses.com, Pekanbaru - Bosan dengan hiruk-pikuk kota atau destinasi wisata yang padatBRK Syariah Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Pesantren, Gandeng Ponpes Al Munawwarah Kelola Pembayaran Pendidikan
RiauAkses.com, Pekanbaru – BRK Syariah kembali memperkuat perannya dalam pengembangan







Komentar Via Facebook :