Home / Ekonomi /
Imbas Kelangkaan BBM dan Faktor Cuaca, Harga Cabai dan Sayur di Pekanbaru Alami Kenaikan
Harga cabai mengalami kenaikan di Pasar Kodim. Foto: SM News
RiauAkses.com, Pekanbaru – Imbas situasi distribusi BBM yang tidak stabil serta faktor cuaca di daerah penghasil, kenaikan harga cabai dan sejumlah komoditas sayuran terjadi di Pasar Kodim Pekanbaru dalam sepekan terakhir.
Batubara, penjual cabai di Pasar Kodim mengatakan harga cabai mengalami kenaikan bertahap dalam beberapa hari terakhir.
Untuk cabai Medan kini dijual sekitar Rp40.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp30.000–Rp35.000.
Untuk cabai bukit naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit meningkat dari Rp35.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit biasa relatif stabil di kisaran Rp28.000 per kilogram.
Selain cabai, harga komoditas lain juga mengalami kenaikan.
Tomat yang sebelumnya dijual Rp10.000 per kilogram kini menjadi Rp15.000.
Bawang merah ukuran jumbo berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, sedangkan bawang merah kecil sekitar Rp40.000.
Untuk bawang putih masih stabil di angka Rp32.000 per kilogram.
Dikatakan Batubara, cabai yang basah juga lebih cepat rusak sehingga mempengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
"Terjadi kenaikan harga ini karena pengaruh cuaca. Banyak cabai yang datang dalam kondisi basah, jadi kualitasnya menurun,” ujar Batubara, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut dia, hujan di daerah penghasil membuat pasokan terganggu sehingga ada kenaikan harga.
“Dalam seminggu ini naiknya bertahap, sekitar seribu sampai dua ribu rupiah. Sempat turun sedikit, tapi tidak banyak,” katanya.
Batubara menambahkan, kenaikan harga saat ini lebih dipengaruhi faktor cuaca dibandingkan dampak langsung dari kondisi bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau BBM ada pengaruh, tapi tidak terlalu besar. Yang paling terasa tetap dari cuaca di daerah penghasil,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat mulai merasakan tekanan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi bersamaan dengan sulitnya mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan harga pangan yang dipicu faktor cuaca, ditambah gangguan akses BBM, membuat tekanan ekonomi semakin dirasakan masyarakat.
Siska warga Jalan Melur yang sedang berbelanja, mengaku pengeluaran rumah tangganya meningkat.
“Harga bahan pokok naik, sementara BBM juga susah didapat. Jadi pengeluaran bertambah,” katanya.
Warga berharap harga kebutuhan pokok segera stabil dan distribusi BBM kembali lancar agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu. (R-03)
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Oknum Kades di Siak Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Polisi Sita 48,4 Gram Sabu
RiauAkses.com, Siak - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Siak berhasil mengungkapTampil Lebih Sporty dan Canggih, Honda Brio 2026 Kini Dibandrol Dengan Harga Mulai Rp180 Jutaan
RiauAkses.com, Pekanbaru — Honda kini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pilihanCatat Lokasinya, Riau Kembali Gelar Operasi Pasar Murah di Pekan Pertama Mei 2026
RiauAkses.com, Pekanbaru - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM)Picu Antrian Panjang di SPBU Hingga Naiknya Harga BBM Eceran, Disperindag Pekanbaru Lakukan Sidak
RiauAkses.com, Pekanbaru - Menyusul terjadinya kelangkaan Pertalite yang memicu antrean panjang diMay Day Penuh Harmoni di Kepulauan Meranti, Ribuan Buruh Rayakan Hari Buruh dengan Pesta Rakyat
RiauAkses.com, Kepulauan Meranti - Peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day Tahun 2026 di







Komentar Via Facebook :