Home / Riau /
Pahlawan Karhutla Gugur: Muharmizan Meninggal Dunia Setelah Bertarung Lawan Api di Bengkalis
Seorang anggota Manggala Agni Daops Siak, Muharmizan, meninggal dunia setelah menjalankan tugas berat di garis depan penanggulangan karhutla, Senin (30/3/2026). Foto: Dok SM News
RiauAkses.com, Bengkalis - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bengkalis kembali memakan korban jiwa. Seorang anggota Manggala Agni Daops Siak, Muharmizan, meninggal dunia setelah menjalankan tugas berat di garis depan penanggulangan karhutla, Senin (30/3/2026).
Peristiwa ini menjadi sorotan sekaligus pengingat keras akan risiko tinggi yang dihadapi para petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, terutama saat musim rawan kebakaran mulai meluas. Muharmizan diketahui terlibat langsung dalam operasi pemadaman karhutla di Kabupaten Bengkalis sejak pagi hingga sore hari bersama timnya.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa almarhum telah menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi sepanjang hari di lapangan yang dipenuhi kondisi ekstrem.
“Almarhum meninggal saat waktu istirahat makan malam setelah seharian berada di lokasi pemadaman,” ujarnya.
Menurut keterangan, operasi pemadaman yang dilakukan di Bengkalis memang cukup menguras tenaga. Selain menghadapi panas ekstrem dari titik api, para petugas juga harus berjibaku dengan asap tebal, medan sulit, serta keterbatasan akses air di beberapa lokasi kebakaran.
Muharmizan diduga mengalami kelelahan setelah menjalankan tugas panjang tanpa henti. Meski sempat beristirahat, kondisi fisiknya menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir. Namun, pihak berwenang masih terus memastikan penyebab pasti meninggalnya almarhum.
Jenazah Muharmizan saat ini tengah dalam perjalanan menuju rumah duka di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak. Keluarga, rekan kerja, serta masyarakat setempat menyambut dengan duka mendalam atas kepergian sosok yang dikenal berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya salah satu personel terbaik mereka. Muharmizan dinilai sebagai sosok yang selalu siap turun ke lapangan tanpa mengenal lelah demi menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
“Ini adalah kehilangan besar bagi kami. Almarhum gugur dalam tugas pengabdian kepada negara, khususnya dalam upaya melindungi hutan dan masyarakat dari bencana karhutla,” tambah Ferdian.
Peristiwa ini juga membuka kembali perhatian terhadap beratnya beban kerja para petugas pemadam karhutla di Riau. Setiap tahunnya, wilayah ini menjadi salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau.
Para personel Manggala Agni harus bekerja dalam kondisi yang jauh dari kata ideal. Mereka sering kali menghadapi suhu tinggi, paparan asap berbahaya, serta waktu kerja yang panjang tanpa jeda memadai. Risiko kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga gangguan pernapasan, menjadi ancaman nyata setiap saat.
Selain itu, medan gambut yang menjadi karakteristik wilayah Riau membuat pemadaman semakin sulit. Api yang membakar lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga membutuhkan upaya ekstra untuk benar-benar memadamkannya.
Kehilangan Muharmizan menjadi pengingat bahwa di balik upaya pemadaman karhutla, terdapat pengorbanan besar dari para petugas di lapangan. Mereka tidak hanya mempertaruhkan tenaga, tetapi juga nyawa demi menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat luas.
Sejumlah pihak pun mulai mendorong adanya peningkatan perlindungan bagi petugas karhutla, termasuk dari sisi kesehatan, keselamatan kerja, hingga ketersediaan fasilitas pendukung yang lebih memadai. Hal ini dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk turut berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Sebagian besar kasus karhutla di Riau masih disebabkan oleh aktivitas manusia, baik disengaja maupun akibat kelalaian.
Dengan meningkatnya kesadaran bersama, diharapkan risiko kebakaran dapat ditekan, sehingga beban kerja para petugas di lapangan pun berkurang. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran terjadi.
Kepergian Muharmizan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan kerja, tetapi juga bagi seluruh pihak yang peduli terhadap lingkungan. Dedikasinya menjadi simbol pengabdian tanpa pamrih dalam menjaga hutan Indonesia dari ancaman kerusakan.
Kini, nama Muharmizan akan selalu dikenang sebagai salah satu pahlawan lingkungan yang gugur di medan tugas. Pengorbanannya menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukanlah pekerjaan mudah, melainkan perjuangan yang membutuhkan keberanian, ketulusan, dan pengorbanan besar. (R-05)
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Di Balik Angka LKPJ 2025, GERAM Ingatkan Angka dalam LKPJ Bupati Meranti Harus Jadi Alarm, Bukan Sekadar Prestasi
RiauAkses.com, Kepulauan Meranti - Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) BupatiRiau Darurat! 126 Titik Panas Muncul Sekaligus, Pelalawan Paling Parah
RiauAkses.com, Pekanbaru - Lonjakan titik panas kembali mengkhawatirkan di Provinsi Riau. BadanDaftar Kendaraan yang Dilarang Masuk Tol Pekanbaru–Dumai Selama Arus Mudik 2026
RiauAkses.com, Pekanbaru – PT Hutama Karya (Persero) kembali mengingatkan masyarakat,Baznas Riau Resmi Batalkan Kontribusi Rp3 Miliar untuk Jembatan Merah Putih Presisi
RiauAkses.com, Pekanbaru - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau melakukan evaluasiTransaksi QRIS di Bazar Ramadan BRK Syariah Tembus Rp91 Juta, UMKM Terbanyak Transaksi Terima Reward
RiauAkses.com, Pekanbaru — Penggunaan transaksi digital melalui QRIS pada kegiatan Bazar







Komentar Via Facebook :