Home / Riau /
Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Harga Sembako di Pasar Tradisional Riau Terkendali
Ilustrasi Pasar Tradisional yang menju berbagai kebutuhan pokok. Foto: Dok SM News
RiauAkses.com, Pekanbaru - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Provinsi Riau terpantau relatif stabil. Meski ada kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai, daging, dan minyak goreng, lonjakannya dinilai masih dalam batas wajar dan tidak memicu gejolak harga yang signifikan di tingkat pedagang maupun konsumen.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional, seperti di Pekanbaru, Kampar, dan Dumai, menunjukkan aktivitas jual beli mulai meningkat seiring mendekatnya Lebaran. Masyarakat terlihat mulai membeli kebutuhan pokok untuk persiapan hari raya, mulai dari beras, gula, minyak goreng, hingga daging dan bumbu dapur. Namun demikian, harga sebagian besar komoditas masih terbilang stabil dibandingkan awal Ramadan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Taufik OH, mengatakan pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Menurutnya, stabilitas harga saat ini tidak terlepas dari kelancaran pasokan dari berbagai daerah serta pelaksanaan operasi pasar yang digelar pemerintah.
“Secara umum harga bahan pokok di wilayah Riau masih stabil. Operasi pasar yang telah kita jalankan sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Taufik, Sabtu (14/3).
Ia menjelaskan, operasi pasar digelar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau untuk menekan potensi kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan. Program tersebut dilaksanakan di beberapa daerah seperti Pekanbaru, Dumai, Kampar, Siak, serta wilayah lainnya yang menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Melalui operasi pasar ini, pemerintah berupaya memastikan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan mengendalikan inflasi yang seringkali dipicu oleh lonjakan permintaan menjelang Lebaran.
Menurut Taufik, kenaikan harga memang terjadi pada beberapa komoditas tertentu. Namun peningkatan tersebut masih dalam batas normal dan tidak mempengaruhi harga komoditas lainnya secara signifikan.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai. Di sejumlah pasar tradisional, harga cabai saat ini berada di kisaran Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Meski naik dibandingkan beberapa waktu lalu, harga tersebut masih dianggap stabil dan tidak terlalu memberatkan masyarakat.
Selain cabai, harga daging juga mengalami penyesuaian menjelang Lebaran. Saat ini harga daging sapi segar di pasar tradisional berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Harga tersebut masih berada dalam rentang normal menjelang hari raya, mengingat permintaan masyarakat biasanya meningkat tajam.
“Biasanya menjelang Lebaran memang ada kenaikan harga, tetapi tidak terlalu tinggi. Untuk daging sapi misalnya masih berada di kisaran Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan daging sapi di Riau saat ini masih dipenuhi oleh pasokan dari rumah potong hewan yang beroperasi secara normal. Meski permintaan meningkat, pasokan dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain cabai dan daging, minyak goreng juga menjadi salah satu komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga di tingkat pengecer. Berdasarkan pemantauan pemerintah, harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional dijual berkisar Rp16.500 hingga Rp17.000 per liter.
Padahal, harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng program pemerintah seharusnya berada di angka sekitar Rp15.700 per liter. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau para pedagang untuk tidak menjual minyak goreng melebihi harga yang telah ditetapkan.
“Kita menghimbau kepada pengecer agar tidak menjual minyak goreng di atas harga yang sudah ditetapkan. Kita sudah melakukan pemantauan di lapangan, ada yang menjual Rp16.500 hingga Rp17.000 per liter,” katanya.
Untuk menjaga ketersediaan stok, pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog, guna memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia hingga Lebaran. Pasokan minyak goreng premium maupun kebutuhan pokok lainnya juga terus dipantau agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.
Taufik menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau kondisi pasar secara berkala, terutama menjelang puncak arus belanja masyarakat yang biasanya terjadi pada minggu terakhir Ramadan.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat memicu kenaikan harga di pasaran.
“Seperti biasanya menjelang hari besar keagamaan memang ada sedikit kenaikan harga. Namun masyarakat tidak perlu panik karena stok bahan pokok masih aman,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Riau memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Idulfitri tetap terjaga. Upaya stabilisasi harga akan terus dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk operasi pasar, pemantauan distribusi, serta koordinasi dengan instansi terkait.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Kami akan terus menjamin kebutuhan bahan pokok masyarakat menjelang Lebaran hingga setelah hari raya. Jika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil langkah penanganan,” tutup Taufik. (R-05)


Komentar Via Facebook :