https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Ekonomi /

Festival Perang Air dan Imlek Dongkrak PAD, Bapenda Meranti: Pajak Hotel Meningkat Signifikan

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:26 WIB  
Editor : Raya Desmawanto
Festival Perang Air dan Imlek Dongkrak PAD, Bapenda Meranti: Pajak Hotel Meningkat Signifikan

Petugas pajak bersama dengan penyidik dari Satpol PP mendatangi sejumlah hotel untuk melakukan pengawasan. Foto: SM News

RiauAkses.com, Kepulauan Meranti - Event Festival Perang Air yang digelar bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Kepulauan Meranti membawa dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Perayaan tahunan yang menjadi ikon budaya masyarakat Tionghoa di Selatpanjang itu tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Lonjakan kunjungan wisatawan selama momen Imlek turut mendorong peningkatan penerimaan dari berbagai jenis pajak daerah, khususnya pajak hotel dan restoran. Aktivitas ekonomi di pusat kota Selatpanjang tampak menggeliat, mulai dari sektor transportasi, penginapan, kuliner, hingga UMKM.

Data arus penumpang menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang periode H-7 hingga H+6 Imlek 2026, jumlah kedatangan ke Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat mencapai 19.450 orang. Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang datang untuk merayakan Imlek sekaligus menyaksikan Festival Perang Air yang telah menjadi agenda wisata tahunan.

Apabila satu orang rata-rata membelanjakan sekitar Rp3 juta selama berada di Selatpanjang untuk kebutuhan hotel, makan, transportasi, belanja, dan hiburan, maka total perputaran uang diperkirakan mencapai sekitar Rp57 miliar. Angka tersebut menggambarkan betapa besar dampak ekonomi dari sebuah event budaya terhadap perekonomian daerah.

Sektor perhotelan menjadi salah satu yang paling merasakan dampak lonjakan tersebut. Bahkan dua pekan sebelum puncak perayaan, kamar-kamar hotel di Kota Selatpanjang telah habis dipesan oleh wisatawan dari berbagai daerah, termasuk luar provinsi dan negara tetangga.

Sejumlah hotel seperti Grand Meranti Hotel, Indo Baru Hotel, Red 9 Hotel, Furama Hotel, Lily Hotel, AKA Hotel, hingga Diva Hotel dilaporkan penuh. Tidak hanya hotel berbintang, penginapan kelas melati pun tak menyisakan kamar kosong. Kota kecil di tepian Selat Malaka itu seolah dipadati pengunjung tanpa ruang tersisa.

Ketua BPC PHRI Kepulauan Meranti, Raden Ulun Permadi Salis atau yang akrab disapa Uyung, mengungkapkan bahwa total kamar hotel dan penginapan yang tercatat di Kota Selatpanjang berjumlah 406 kamar dan seluruhnya telah terisi selama periode puncak perayaan.

Namun berdasarkan hasil pengawasan petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepulauan Meranti, tingkat hunian kamar atau Occupancy Rate (TPK) yang dapat dihitung secara efektif berada di kisaran 90 persen. Hal ini disebabkan adanya sejumlah kamar yang tidak dapat dijual karena dalam kondisi rusak, dijadikan kamar cadangan, atau diperuntukkan bagi keluarga pemilik hotel.

Kepala Bapenda Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar, didampingi Kepala Bidang Pendaftaran, Pendataan, Pengawasan dan Pelaporan (P4), Rinaldi, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan untuk memastikan kesesuaian laporan tingkat hunian yang disampaikan pihak hotel. Meskipun sistem pembayaran pajak menggunakan mekanisme self assessment, pihaknya tetap melakukan uji petik untuk mengontrol kewajaran laporan, terutama jika terjadi penurunan omzet yang tidak wajar di tengah momentum event besar.

Selama Festival Perang Air berlangsung, pihak manajemen hotel diketahui menaikkan tarif kamar hingga 80 sampai 100 persen. Rata-rata harga kamar berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp550 ribu per malam, menyesuaikan dengan tingginya permintaan.

Meskipun saat ini asumsi pajak hotel belum dilakukan penetapan, namun prakiraan sudah bisa dilakukan. Jika diasumsikan 90 persen dari total 406 kamar terisi, maka jumlah kamar efektif yang terjual sekitar 365 kamar. Dengan rata-rata harga Rp500 ribu hingga Rp550 ribu per malam, estimasi pendapatan hotel per hari dapat mencapai sekitar Rp200.750.000. Jika kondisi full booking berlangsung selama tujuh hari, maka total potensi perputaran uang di sektor perhotelan bisa menembus Rp1.405.250.000. Dengan tarif pajak hotel sebesar 10 persen, maka potensi kontribusi terhadap pendapatan daerah diperkirakan mencapai sekitar Rp140.525.000 dalam satu pekan perayaan.

Tidak hanya sektor perhotelan yang terdampak positif selama perayaan Imlek dan Festival Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti, sektor restoran dan rumah makan juga mengalami peningkatan signifikan. Setiap pengunjung yang singgah dan menikmati sajian kuliner dikenakan pajak restoran sebesar 10 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan membludaknya jumlah wisatawan, penerimaan pajak daerah dari sektor restoran pun diasumsikan turut meningkat. Ramainya pengunjung yang memenuhi rumah makan, kafe, hingga pusat jajanan menjadi indikator kuat adanya lonjakan transaksi selama periode perayaan.

Bapenda Kepulauan Meranti menegaskan bahwa meskipun penerapan pajak menggunakan skema self assessment atau pelaporan mandiri oleh wajib pajak, sistem tersebut tetap dibarengi dengan pengawasan ketat dari petugas di lapangan.

“Self assessment bukan berarti tanpa kontrol. Jika terdapat perbedaan signifikan dibanding periode sebelumnya, terutama dengan alasan omzet menurun di tengah momentum event besar, maka akan dilakukan uji petik langsung,” demikian ditegaskan Kepala Bidang Pendaftaran, Pendataan, Pengawasan dan Pelaporan (P4), Rinaldi.

Pengawasan dilakukan melalui tim P4 dengan membandingkan data historis serta kondisi riil di lapangan. Langkah ini bertujuan memastikan pelaporan pajak dilakukan secara wajar dan transparan.

Bagi restoran dan tempat makan yang belum memasang tapping box sebagai alat perekam transaksi, petugas akan meminta pemilik usaha memperlihatkan buku catatan keuangan untuk dicocokkan dengan laporan yang disampaikan. Nilai pelaporan pun tidak boleh lebih rendah dari tren sebelumnya, terlebih saat momen perayaan besar yang secara logika ekonomi meningkatkan omzet.

Sejak awal perayaan, Kota Selatpanjang yang dikenal sebagai Kota Sagu benar-benar hidup. Jalanan dipadati kendaraan dan pejalan kaki, becak motor hilir mudik tanpa henti mengantar penumpang dari pelabuhan ke hotel dan pusat keramaian.

Pelaku UMKM kebanjiran pembeli. Warung kopi dan kafe tak pernah sepi dari tawa dan obrolan hangat pengunjung. Tempat penyewaan sepeda motor bahkan dilaporkan kehabisan unit karena tingginya permintaan dari wisatawan.

Fenomena tersebut menunjukkan multiplier effect yang nyata. Perputaran uang tidak hanya terpusat pada satu sektor, tetapi menyentuh hampir seluruh lini usaha, mulai dari pedagang kaki lima hingga pelaku usaha menengah dan pemilik hotel.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar, menyampaikan bahwa momentum Festival Perang Air dan perayaan Imlek memberikan dampak positif terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah, khususnya dari sektor perhotelan dan restoran.

Menurutnya, lonjakan tingkat hunian kamar dan kenaikan tarif hotel selama periode perayaan menjadi indikator kuat bahwa sektor pariwisata memiliki kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk tahun 2026, target PAD yang kembali dipatok di angka Rp223,50 miliar, ia semakin optimistis dengan proyeksi capaian realistis yang berada di kisaran Rp120 miliar.

“Kegiatan Festival Perang Air yang bertepatan dengan Imlek ini memang menjadi momentum strategis bagi daerah. Dari sisi pajak hotel dan restoran, tentu ada peningkatan dibandingkan hari biasa,” ujar Agusyanto.

Ia menjelaskan bahwa meskipun sistem pembayaran pajak hotel menggunakan mekanisme self assessment atau perhitungan dan pelaporan oleh wajib pajak sendiri, Bapenda tetap melakukan pengawasan melalui uji petik dan monitoring lapangan.

“Kami tetap melakukan pengawasan melalui tim P4 untuk memastikan laporan tingkat hunian dan omzet yang disampaikan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Apalagi ini momen event besar, tentu ada parameter kewajaran yang kami gunakan dalam evaluasi,” jelasnya.

Agusyanto juga menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka pajak, tetapi juga pada pembinaan dan kepatuhan wajib pajak agar pelaporan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan pembinaan. Harapannya, para pelaku usaha semakin sadar bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali untuk pembangunan daerah,” tambahnya.

Ia menilai, tingginya okupansi hotel hingga mencapai sekitar 90 persen selama periode perayaan menjadi bukti bahwa event budaya seperti Festival Perang Air memiliki dampak ekonomi yang luas, tidak hanya pada sektor perhotelan, tetapi juga pada restoran, transportasi, dan pelaku UMKM.

“Event seperti ini harus terus didukung dan dikelola dengan baik, karena dampaknya sangat terasa bagi perekonomian daerah. Semakin banyak kunjungan, semakin besar pula potensi pajak yang bisa kita optimalkan untuk mendukung pembangunan di Kepulauan Meranti,” tutup Agusyanto. (R-01)


TOPIK TERKAIT

# Festival Perang Air# Kepulauan Meranti# PAD# RiauAkses.com
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Safari Ramadan ke Muara Basung Bengkalis, SF Hariyanto Janjikan Perbaikan Fasilitas Masjid Nur Hidayah

    Riau•
    Kamis, 26/02/2026 | 09:43 WIB
    RiauAkses.com, Bengkalis - Suasana kebersamaan terasa di Desa Muara Basung, Kabupaten Bengkalis,
  • Ekonomi Riau Tumbuh 4,94 Persen, Kepala Kanwil DJPb: Tantangan Global Tak Goyahkan Kinerja Daerah

    Ekonomi•
    Kamis, 26/02/2026 | 07:53 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru – Perekonomian Provinsi Riau hingga akhir Januari 2026 menunjukkan
  • Heboh Musrenbang Kecamatan di Siak Digelar di Masjid, Anggota DPRD Non Muslim Tak Diundang

    Riau•
    Kamis, 26/02/2026 | 06:40 WIB
    RiauAkses.com, Siak - Pemerintah Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak menggelar Musyawarah Perencanaan
  • Kebakaran Hanguskan 2 Rumah di Asrama Polisi Pekanbaru

    Riau•
    Kamis, 26/02/2026 | 06:10 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Dua rumah di Asrama Polisi Jalan Sisingamangaraja, Kota Pekanbaru,
  • Puluhan Ternak Kambing dan Ayam di Kuansing Ludes Terbakar Akibat Api Unggun

    Riau•
    Rabu, 25/02/2026 | 14:15 WIB
    RiauAkses.com, Kuansing - Nasib malang menimpa Rahman (35), seorang warga Pasar Usang Baserah,
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Minggu, 26/04/2026 | 17:19 WIB
  • PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    Kamis, 30/04/2026 | 19:17 WIB
  • Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rabu, 29/04/2026 | 12:04 WIB
  • Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Kamis, 30/04/2026 | 07:00 WIB
  • 453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    Minggu, 26/04/2026 | 08:00 WIB
  • Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Sabtu, 25/04/2026 | 10:30 WIB
  • Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Sabtu, 25/04/2026 | 08:24 WIB
  • Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Minggu, 26/04/2026 | 16:24 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya