https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Hukum /

Kasus Pelecehan, Warga Sintong Kembali Datangi Mapolres Rohil: “Jangan Abaikan Kasus Anak Kami!”

Rabu, 18 Februari 2026 | 19:25 WIB  
Editor : Raya Desmawanto
Kasus Pelecehan, Warga Sintong Kembali Datangi Mapolres Rohil: “Jangan Abaikan Kasus Anak Kami!”

Puluhan warga mendatangi Markas Polres Rokan Hilir, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, menuntut kepastian hukum atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan terjadi pada Senin (15/2/2026). Foto: SM News

RiauAkses.com, Rokan Hilir - Gelombang kekecewaan warga Kepenghuluan Sintong, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, memuncak. Untuk kedua kalinya, puluhan warga mendatangi Markas Polres Rokan Hilir, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, menuntut kepastian hukum atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan terjadi pada Senin (15/2/2026).

Tekanan publik semakin menguat setelah beredarnya video di Facebook yang memperlihatkan detik-detik penangkapan terduga pelaku oleh masyarakat. Dalam rekaman yang viral tersebut, seorang pria diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Video itu memantik kemarahan sekaligus simpati publik dan memperluas sorotan terhadap kasus ini.

Warga menilai, dengan adanya video penangkapan yang beredar luas, proses hukum seharusnya berjalan lebih cepat dan transparan. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Terduga pelaku berinisial JA (31), warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, yang diketahui bekerja pada salah satu perusahaan subkontraktor PT GWDC di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan, dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan. Penyidik menyatakan alat bukti belum mencukupi untuk dilakukan penahanan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rokan Hilir, Darlin Sitorus, SH, menegaskan bahwa pemulangan tersebut telah sesuai prosedur.

"Laporan masih memerlukan tambahan alat bukti dan keterangan saksi. Karena belum terpenuhi, yang bersangkutan dipulangkan sekitar pukul 17.00 WIB,” ujarnya.

Namun pernyataan itu belum mampu meredam kekecewaan warga. Mereka mempertanyakan transparansi dan keseriusan penanganan kasus, apalagi menyangkut korban anak di bawah umur.

'Kami tidak datang untuk rusuh. Kami hanya ingin kejelasan. Ini menyangkut keselamatan anak di kampung kami,” tegas Amat, salah seorang Ninik Mamak Sintong, didampingi Wira dan Wahyu.

Warga juga menyoroti minimnya komunikasi kepada keluarga korban terkait perkembangan pemeriksaan. Mereka khawatir pemulangan terduga pelaku justru menimbulkan rasa tidak aman di tengah masyarakat.

“Kalau memang belum cukup bukti, jelaskan secara terbuka. Jangan sampai muncul kesan kasus ini dibiarkan atau diperlambat,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Di tengah situasi yang memanas, beredar pula informasi di masyarakat bahwa terduga pelaku diduga pernah terlibat kasus serupa di wilayah lain. Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi oleh pihak kepolisian.

Meski diliputi emosi, warga menegaskan tetap menghormati proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Namun mereka mendesak agar penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan terbuka.

“Kami percaya hukum. Tapi hukum juga harus memberi rasa aman dan keadilan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang,” ujar perwakilan warga.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas, terutama di media sosial. Warga Sintong berharap kepolisian segera menyampaikan perkembangan terbaru, memperkuat perlindungan terhadap korban, serta memastikan perkara ini ditangani secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (R-02)


TOPIK TERKAIT

# Kasus Pelecehan# Rokan Hilir# RiauAkses.com
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Janggal! Kebun Pemda Kuansing Jadi Lokasi Penambangan Emas Ilegal

    Hukum•
    Rabu, 18/02/2026 | 17:09 WIB
    RiauAkses.com, Kuantan Singingi - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali ditemukan
  • Tok! Pemko Pekanbaru Wajibkan Seluruh Tempat Hiburan Malam Tutup Total Selama Ramadan

    Riau•
    Rabu, 18/02/2026 | 16:47 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara resmi menetapkan
  • Gandeng Baznas Riau, Masjid Raya Annur Siapkan 300 Porsi Buka Puasa Gratis Setiap Hari

    Riau•
    Rabu, 18/02/2026 | 14:34 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru – Masjid Raya Annur Provinsi Riau telah mematangkan
  • Ramadan 1447 H di Masjid Raya Senapelan: Syekh Asal Yaman Pimpin Tarawih Sebulan Penuh

    Riau•
    Rabu, 18/02/2026 | 12:51 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada
  • Warga Muhammadiyah Riau Awali Puasa Ramadan Pada 18 Februari 2026, Cek Lokasi Shalat Tarawihnya

    Riau•
    Selasa, 17/02/2026 | 17:57 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat Nomor
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Rentetan Kabut Asap Riau Sejak 1997, Jarak Pandang Pernah Anjlok di Bawah 100 Meter

    Rentetan Kabut Asap Riau Sejak 1997, Jarak Pandang Pernah Anjlok di Bawah 100 Meter

    Sabtu, 22/08/2026 | 23:56 WIB
  • 323 Dokumen Diseret dari RSD Madani, Polda Riau Mulai Bongkar Dugaan Korupsi

    323 Dokumen Diseret dari RSD Madani, Polda Riau Mulai Bongkar Dugaan Korupsi

    Jumat, 21/08/2026 | 16:15 WIB
  • KPK Panggil Stafsus Menhut, Penyidikan Kasus Bupati Kuansing Makin Melebar

    KPK Panggil Stafsus Menhut, Penyidikan Kasus Bupati Kuansing Makin Melebar

    Jumat, 21/08/2026 | 17:53 WIB
  • 857 Cartridge Etomidate Masuk Lewat Jalur Laut, Kurir di Dumai Dijanjikan Rp25 Juta

    857 Cartridge Etomidate Masuk Lewat Jalur Laut, Kurir di Dumai Dijanjikan Rp25 Juta

    Senin, 24/08/2026 | 21:23 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya