https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Riau /

Harga Kelapa Bulat Inhil Makin Tertekan, Plt Kadisdagtri Ungkap Penyebabnya

Senin, 26 Januari 2026 | 08:53 WIB  
Editor : Ali Imran
Harga Kelapa Bulat Inhil Makin Tertekan, Plt Kadisdagtri Ungkap Penyebabnya

Harga kelapa Bulat di Kabupaten Indragiri Hilir memasuki Minggu ke-4 Januari 2026 terus mengalami penurunan. Foto : Istimewa

RiauAkses.Com, Tembilahan - Harga kelapa Bulat di Kabupaten Indragiri Hilir memasuki Minggu ke-4 Januari 2026 terus mengalami penurunan. Jika pada awal januari lalu harga kelapa jambul (Bulat-red) di tingkat petani masih berada di kisaran angka Rp.4,700 per Kilogram, saat ini harga kelapa telah berada di angka Rp.3,700 per Kilonya.

"Kelapa bulat hari ini sudah Rp.3,700 perkilo. Turun terus nampaknya," kata Kamaruddin Sabtu, 24/01/2026.

Kamaruddin yang berprofesi sebagai petani sejak remaja hingga beranjak usia kepala empat itu mengatakan penurunan yang terjadi cukup intens sebab hanya terjadi dalam beberapa hari.

"Dalam 2 hari kemarin sejak Kamis dan Jumat sudah turun lagi Rp.600. Harga di Pancang atau di Kapal sama saja turun semua," lanjutnya.

Kekhawatiran Kamaruddin cukup beralasan sebab kata dia, selain biaya produksi yang cukup tinggi, harga kebutuhan bahan pokok tidak serta Merta ikut mengalami penurunan. 

Kondisi ini akan mengakibatkan pendapatan para petani menjadi tidak seimbang secara signifikan. Padahal kelapa bulat merupakan komoditas unggulan yang menjadi ujung tombak penghidupan bagi mayoritas masyarakat di kabupaten Indragiri hilir.

"Sekarang biaya operasional cukup tinggi ditambah kebutuhan pokok sekarang serba mahal. Kalau turun terus bisa bisa-bisa minus pendapatan," sambungnya.

Dia berharap pemerintah serta pihak perusahaan dapat mengatasi persoalan tersebut, agar harga tidak terus terjun bebas, apalagi jelang memasuki bulan Ramdhan dan lebaran idul fitri kebutuhan ekonomi akan mengalami peneningkatan.

Terpisah Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Disdagtri Inhil TM. Saifullah membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan  penurunan harga komoditas unggulan itu tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor baik domestik maupun global.

"Salah satu faktor utama adalah ketidakseimbangan antara supply dan demand (Permintaan dan Penawaran-red), sehingga membuat harga kelapa alami penurunan," terangnya.

TM. Saifullah menjelaskan dari informasi yang ia dapatkan, sejumlah penampung serta perusahaan pengolahan kelapa dilaporkan mengalami penumpukan stok yang mengakibatkan volume serapan ikut menurun.

"Kita dapat laporan pasokan di perusahaan cukup menumpuk, sementara daya serap industri melemah, akibatnya harga kelapa ikut tertekan," terangnya.

Tak hanya pasar domestik kata TM Saifullah, dinamika ekspor juga memberikan pengaruh besar terutama terhadap Negara-negara yang menjadi pasar utama penerima ekspor kelapa Indonesia.

"Menurut informasi harga ekspor ke China misalnya dilaporkan mengalami tekanan akibat melimpahnya pasokan global termasuk kelapa dari Vietnam saat ini dilaporkan juga sedang melimpah," terangnya.

Lebih jauh kata dia, ditengah ketidakpastian situasi global saat ini turut menjadi faktor penentu sehingga berakibat pada pelemahan daya beli di sejumlah negara tujuan ekspor yang berdampak pada penurunan harga di tingkat lokal.

Namun demikian TM Saifullah memastikan pemerintah daerah saat ini terus berupaya meminta kementrian maupun lembaga terkait untuk memberikan solusi agar dilakukan penetapan batas ambang harga wajar kelapa dalam (kelapa kampung) demi terciptanya kepastian harga di tingkat petani.

"Pak Bupati akan terus berupaya meminta atensi dari pemerintah pusat melalui kementrian atau lembaga terkait agar dapat memberikan solusi, paling tidak ada aturan yang dapat ditetapkan oleh pemerintah pusat tentang batas ambang wajar minimal harga kelapa kita di Inhil," pungkasnya.(KB-05)


TOPIK TERKAIT

# Harga kelapa bulat# Kelapa bulat# Tembilahan# Sabangmerauke news
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Pemkab Kampar Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan Lewat Panen Jagung Pipil Bersama Masyarakat

    Riau•
    Rabu, 21/01/2026 | 09:30 WIB
    RiauAkses.Com, Kampar - Bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat
  • Curah Hujan Tinggi, Inhil Kembali Dilanda Banjir Rob

    Riau•
    Kamis, 08/01/2026 | 12:42 WIB
    RiauAkses.com, Indragiri Hilir - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pemadam kebakaran
  • Tahun Segera Berganti Tapi Tersangka Korupsi Perjalan Dinas Fiktif Sekretariat DPRD Riau Belum Jelas, Ini Kata Kapolda

    Riau•
    Selasa, 30/12/2025 | 08:08 WIB
    RiauAkses.Com, Pekanbaru - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memastikan, penyidikan kasus
  • Momen Bencana Alam, Polisi Tangkap 2 Orang Pengangkut Kayu Diduga Ilegal di Rokan Hulu

    Hukum•
    Minggu, 07/12/2025 | 16:21 WIB
    RiauAkses.Com, Rokan Hulu - Ditreskrimsus Polda Riau mengamankan dua tersangka dugaan tindak
  • Sekdaprov Syahrial Abdi Klaim Roda Pemerintahan Riau Tetap Jalan Meski Gubernur Terjaring OTT KPK

    Riau•
    Rabu, 05/11/2025 | 12:52 WIB
    RiauAkses.Com, Riau - Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menyatakan roda
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Warga di Rohil Blokir Jalan Akibat Debu, Perusahaan dan Pengusaha Peron Sawit Tak Peduli?

    Warga di Rohil Blokir Jalan Akibat Debu, Perusahaan dan Pengusaha Peron Sawit Tak Peduli?

    Selasa, 18/08/2026 | 23:24 WIB
  • Janji Ajak Makan Enak Justru Berakhir Pemerkosaan Bagi Gadis di Dumai

    Janji Ajak Makan Enak Justru Berakhir Pemerkosaan Bagi Gadis di Dumai

    Rabu, 19/08/2026 | 18:49 WIB
  • Oknum Polisi Pelalawan Dilaporkan Paksa Pacar Gugurkan Kandungan, Propam Memeriksa

    Oknum Polisi Pelalawan Dilaporkan Paksa Pacar Gugurkan Kandungan, Propam Memeriksa

    Rabu, 19/08/2026 | 14:01 WIB
  • Rentetan Kabut Asap Riau Sejak 1997, Jarak Pandang Pernah Anjlok di Bawah 100 Meter

    Rentetan Kabut Asap Riau Sejak 1997, Jarak Pandang Pernah Anjlok di Bawah 100 Meter

    Sabtu, 22/08/2026 | 23:56 WIB
  • 323 Dokumen Diseret dari RSD Madani, Polda Riau Mulai Bongkar Dugaan Korupsi

    323 Dokumen Diseret dari RSD Madani, Polda Riau Mulai Bongkar Dugaan Korupsi

    Jumat, 21/08/2026 | 16:15 WIB
  • BNN Gerebek Kapal di Perairan Bengkalis, Amankan 1 Ton Narkoba Cair

    BNN Gerebek Kapal di Perairan Bengkalis, Amankan 1 Ton Narkoba Cair

    Selasa, 18/08/2026 | 23:13 WIB
  • KPK Panggil Stafsus Menhut, Penyidikan Kasus Bupati Kuansing Makin Melebar

    KPK Panggil Stafsus Menhut, Penyidikan Kasus Bupati Kuansing Makin Melebar

    Jumat, 21/08/2026 | 17:53 WIB
  • Panen Jagung di Sungai Sembilan, PT Agro Murni Tunjukkan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan

    Panen Jagung di Sungai Sembilan, PT Agro Murni Tunjukkan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan

    Rabu, 19/08/2026 | 18:17 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya