https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Riau /

Pengakuan Nasional! Festival Perang Air Selatpanjang Resmi Masuk Karisma Event Nusantara 2026

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:48 WIB  
Editor : Raya Desmawanto
Pengakuan Nasional! Festival Perang Air Selatpanjang Resmi Masuk Karisma Event Nusantara 2026

Festival Perang Air atau yang dikenal dengan sebutan Cian Cui, yang resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Foto: SM News

RiauAkses.com, Kepulauan Meranti - Kabar menggembirakan kembali menyapa dunia pariwisata di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi salah satu event budaya ikonik daerah, Festival Perang Air atau yang dikenal dengan sebutan Cian Cui, yang resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Pengumuman prestisius ini disampaikan melalui kanal YouTube Karisma Event Nusantara serta akun Instagram resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, Jum'at (23/1/2026).

Masuknya Festival Perang Air ke dalam kalender nasional pariwisata Indonesia bukanlah proses yang instan. Penetapan KEN dilakukan melalui mekanisme kurasi ketat yang melibatkan usulan dari seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Dari ratusan event yang diajukan oleh 38 provinsi, Kementerian Pariwisata melakukan seleksi berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari kualitas penyelenggaraan, inovasi konsep, kekuatan narasi budaya, hingga dampak nyata terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui proses panjang tersebut, hanya 125 event terbaik dari seluruh Indonesia yang akhirnya dinyatakan lolos dan berhak menyandang status Karisma Event Nusantara 2026. Di antara deretan event unggulan itu, Festival Perang Air Kepulauan Meranti tampil sebagai representasi pariwisata berbasis budaya dan spiritual yang memiliki keunikan kuat serta akar tradisi yang mengakar dalam kehidupan masyarakat setempat.

Bagi Kepulauan Meranti, penetapan ini menjadi pengakuan nasional atas kekuatan budaya lokal yang telah lama hidup dan dirawat lintas generasi. Festival Perang Air bukan sekadar perayaan sempena Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, melainkan simbol kebersamaan, toleransi, dan identitas multikultural yang melekat erat pada wajah Meranti sebagai daerah kepulauan.

Lebih dari sekadar prestise, masuknya Festival Perang Air ke dalam KEN 2026 membawa dampak strategis bagi pembangunan daerah. Event ini terbukti menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Setiap perayaan Imlek, arus kunjungan wisatawan meningkat tajam, diikuti geliat usaha mikro, bazar rakyat, sektor kuliner, hingga perputaran ekonomi lokal yang terasa nyata di tengah masyarakat.

Dengan pengakuan di level nasional ini, Festival Perang Air Kepulauan Meranti diharapkan semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai agenda budaya tahunan, tetapi juga sebagai destinasi unggulan pariwisata berbasis kearifan lokal yang mampu menggerakkan ekonomi, memperkuat identitas daerah, serta mengangkat nama Kepulauan Meranti di panggung pariwisata Indonesia.

Event pariwisata sejatinya tidak hanya tentang perayaan dan keramaian, tetapi juga tentang bagaimana denyut ekonomi rakyat bergerak dan tumbuh. Di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Perayaan Imlek yang dirangkai dengan Festival Perang Air telah lama menjadi contoh nyata bagaimana sebuah tradisi budaya mampu menghidupkan perekonomian masyarakat dalam skala besar.

Setiap perayaan Imlek, arus perputaran uang di Selatpanjang tercatat sangat signifikan. Festival Perang Air yang dipadukan dengan bazar rakyat mendorong aktivitas ekonomi lintas sektor, mulai dari perhotelan dan penginapan, kuliner dan rumah makan, transportasi laut dan darat, jasa becak dan ojek, hingga pelaku UMKM, pedagang kaki lima, serta pengrajin lokal. Meski angka perputaran ekonomi bervariasi setiap tahunnya, potensi yang tercipta disebut mampu mencapai miliaran rupiah per hari. Secara akumulatif, nilai perputaran uang selama rangkaian perayaan bahkan dapat menembus puluhan miliar rupiah.

Sejumlah catatan dan laporan pada tahun-tahun sebelumnya menyebutkan, pada puncak perayaan Imlek, perputaran uang harian di Selatpanjang berada di kisaran Rp3 hingga Rp5 miliar per hari, bahkan lebih tinggi pada tahun-tahun tertentu. Salah satu laporan lama mencatat potensi perputaran ekonomi yang mencapai hingga Rp90 miliar selama periode perayaan, sebuah angka yang menggambarkan besarnya dampak ekonomi Festival Perang Air bagi daerah kepulauan ini.

Festival Perang Air juga dikenal sebagai magnet wisata yang kuat. Ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, datang untuk menyaksikan dan terlibat langsung dalam kemeriahan tradisi unik tersebut. Kehadiran wisatawan ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang nyata, mulai dari meningkatnya lama tinggal wisatawan, melonjaknya tingkat hunian hotel, hingga tingginya konsumsi di sektor kuliner, transportasi, dan jasa.

Dengan ditetapkannya Festival Perang Air sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menaruh harapan besar agar promosi event ini semakin luas di tingkat nasional dan internasional. Dukungan anggaran, pembinaan, serta tata kelola penyelenggaraan diharapkan semakin kuat, sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan dan merata.

Bagi Kepulauan Meranti, Festival Perang Air bukan sekadar perayaan budaya tahunan. Ia adalah simbol kebersamaan, toleransi, dan harapan bahwa dari tradisi lokal yang diwariskan lintas generasi, kesejahteraan masyarakat dapat terus tumbuh dan mengalir, seperti air yang menjadi ciri khas perayaan itu sendiri.

Tahun ini, perayaan Imlek jatuh pada 17 Februari 2026. Sehari berselang, tepat pada 18 Februari 2026, umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dua momentum besar lintas budaya dan agama ini akan hadir hampir bersamaan, menjadikannya salah satu agenda tahunan yang sarat makna dan kearifan lokal.

Di Kota Selatpanjang, Festival Perang Air bukanlah agenda biasa. Event ini digelar selama enam hari berturut-turut dan dikenal sebagai perang air terbesar di dunia setelah Songkran di Thailand. Tradisi tersebut telah menjelma menjadi identitas budaya sekaligus magnet utama pariwisata Kepulauan Meranti.

Setiap Imlek, puluhan ribu wisatawan memadati Selatpanjang. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, dengan satu tujuan utama yakni menyaksikan dan merasakan langsung euforia Perang Air yang meriah dan penuh kegembiraan.

Festival Perang Air menyulap jalanan kota menjadi ruang perayaan bersama dalam menyambut Tahun Baru Imlek melalui permainan air sebagai simbol sukacita.

Festival ini digelar sebagai satu-satunya festival perang air di Indonesia, event ini menghadirkan pengalaman budaya yang meriah dan interaktif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Melalui permainan air massal, parade budaya, serta pertunjukan seni tradisional dan modern, Festival Perang Air menghadirkan wajah perayaan Imlek yang hidup, inklusif, dan penuh energi.

Perang Air digelar setiap sore, mulai pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB, menyusuri rute Jalan Kartini, Jalan Imam Bonjol, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tebingtinggi, hingga Jalan Diponegoro. Jalur-jalur ini berubah menjadi pusat keramaian, tumpahan air, tawa, dan kegembiraan yang menyatukan ribuan orang tanpa sekat.

Di sisi lain, setiap memasuki bulan suci Ramadan, Jalan Ahmad Yani secara tradisional juga menjadi pusat Bazar Ramadan. Di kawasan ini, para pelaku UMKM menjajakan aneka takjil dan kuliner khas berbuka puasa, menghadirkan denyut ekonomi rakyat yang hidup selama satu bulan penuh.

Keputusan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mengatur agar kedua agenda besar tersebut tetap berjalan berdampingan mencerminkan wajah Selatpanjang yang sesungguhnya: sebuah kota kecil dengan keberagaman yang besar, tempat tradisi budaya dan nilai religius saling menghormati tanpa harus saling meniadakan.

Di tengah potensi perbedaan dan benturan, yang tumbuh justru harmoni—sebuah pesan kuat bahwa keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirangkai menjadi kekuatan bersama demi kesejahteraan dan persatuan masyarakat.

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut dengan penuh antusias penetapan Festival Perang Air sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Menurutnya, pengakuan nasional ini bukan sekadar prestasi daerah, melainkan momentum penting untuk mengangkat pariwisata Kepulauan Meranti ke panggung yang lebih luas.

Asmar menilai, pelaksanaan Festival Perang Air yang beririsan dengan awal Ramadan justru menghadirkan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Di tengah suasana religius, denyut ekonomi tetap bergerak. Aktivitas festival memberi ruang hidup bagi pelaku usaha kecil, mulai dari pedagang makanan, penjual jajanan tradisional, tukang becak, pengemudi ojek, hingga pemilik warung dan lapak UMKM.

“Dengan ditetapkannya Festival Perang Air ini ke dalam KEN, tentu gaungnya akan jauh lebih besar, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Dampak positifnya langsung dirasakan masyarakat Meranti. Penjual makanan, becak, ojek, hingga warung-warung semuanya bergerak. Apalagi bertepatan dengan bulan puasa, banyak jenis makanan yang dijajakan dan itu menambah perputaran ekonomi,” ujar Asmar.

Bagi Bupati Asmar, Festival Perang Air bukan hanya soal kemeriahan atau atraksi budaya semata. Event ini adalah peluang emas untuk memperkuat sektor pariwisata daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan industri kreatif lokal yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap festival yang telah menjadi identitas budaya Kepulauan Meranti tersebut. Menurutnya, masuknya Perang Air ke dalam kalender KEN menjadi bukti bahwa tradisi lokal yang dirawat dengan baik mampu memiliki daya saing dan daya tarik di tingkat nasional bahkan global.

“Saya berharap masyarakat Kepulauan Meranti terus menjadi tuan rumah yang baik setiap kali event digelar. Tidak hanya bagi tamu dari dalam negeri, tetapi juga bagi wisatawan dan delegasi dari berbagai negara,” harapnya.

Dengan semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama tumbuh di Selatpanjang, Bupati Asmar optimistis Festival Perang Air akan terus menjadi simbol harmoni lintas budaya dan agama. Dari percikan air yang menyatukan ribuan orang, ia berharap kesejahteraan masyarakat Kepulauan Meranti dapat terus mengalir dan tumbuh, seiring semakin kuatnya posisi daerah ini sebagai destinasi pariwisata budaya unggulan di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kepulauan Meranti, Piskot Ginting, mengungkapkan bahwa Festival Perang Air menjadi salah satu dari lima event asal Provinsi Riau yang berhasil terpilih masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Ia menjelaskan, KEN merupakan program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang dirancang untuk mendukung penyelenggaraan event-event berkualitas, berdaya saing, serta memiliki kekhasan budaya Indonesia. Setiap event yang masuk dalam KEN telah melalui proses kurasi ketat, baik dari sisi konsep, keberlanjutan, hingga dampaknya terhadap pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Pada pelaksanaan tahun 2026, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan promosi secara masif melalui berbagai kanal nasional, seperti Karisma Event Nusantara, Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia, serta Event by Indonesia. Dukungan tersebut juga mencakup produksi dan distribusi konten-konten kreatif di media sosial untuk memperluas jangkauan promosi hingga ke tingkat nasional dan internasional.

“Dengan masuknya Festival Perang Air ke dalam Karisma Event Nusantara, berarti event ini sudah melalui proses kurasi oleh Kementerian Pariwisata. Seperti halnya Pacu Jalur, event yang masuk KEN mendapatkan dukungan promosi dan insentif pendampingan,” ujar Piskot.

Menurutnya, program KEN menjadi bagian penting dari upaya pemerintah pusat dalam mempromosikan destinasi wisata dan kekayaan budaya Indonesia kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara. Penetapan Festival Perang Air sebagai event nasional dinilai akan memberikan dampak signifikan bagi Kepulauan Meranti, baik dari sisi citra pariwisata maupun perputaran ekonomi masyarakat.

“Dengan ditetapkannya Festival Perang Air dalam KEN 2026, kami berharap daya tarik pariwisata daerah semakin kuat, kunjungan wisatawan meningkat, pertumbuhan ekonomi daerah terdorong, serta pelestarian sosial budaya dan lingkungan tetap terjaga,” tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Piskot juga mengungkapkan harapannya agar kemeriahan Festival Perang Air tahun 2026 mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Ia mengaku tengah mengupayakan kehadiran Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, untuk datang langsung dan menyaksikan perayaan Festival Perang Air di Selatpanjang.

“Kehadiran Menteri Pariwisata tentu akan menjadi dorongan moral dan promosi yang luar biasa bagi Kepulauan Meranti. Ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa festival budaya kita layak diperhitungkan di tingkat nasional,” pungkasnya. (R-01)


TOPIK TERKAIT

# Festival Perang Air# Kepulauan Meranti# Karisma Event Nusantara# 2026# RiauAkses.com
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Wali Kota Pekanbaru Serahkan Belasan Gerobak Bantuan Untuk Pelaku UMKM

    Riau•
    Jumat, 23/01/2026 | 15:39 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menyerahkan secara simbolis
  • BMKG: Perkiraan Cuaca Hari Ini Cerah Berawan

    Riau•
    Jumat, 23/01/2026 | 14:47 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru
  • Jelang Akhir Masa Jabatan, KI Riau Prioritaskan Penyelesaian Sengketa Informasi

    Riau•
    Jumat, 23/01/2026 | 15:35 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau menggesa penyelesaian sengketa
  • Capacity Building TPAKD se-Provinsi Riau 2026 Resmi Digelar

    Riau•
    Jumat, 23/01/2026 | 12:29 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Asisten II Setdaprov Riau, Helmi D resmi membuka Capacity Building Tim
  • PSPS Pekanbaru Resmi Rekrut Tiga Pemain Baru

    Riau•
    Kamis, 22/01/2026 | 16:57 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - PSPS Pekanbaru kembali menambah kekuatan skuad dengan mendatangkan tiga
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Minggu, 26/04/2026 | 17:19 WIB
  • PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    Kamis, 30/04/2026 | 19:17 WIB
  • Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rabu, 29/04/2026 | 12:04 WIB
  • Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Kamis, 30/04/2026 | 07:00 WIB
  • 453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    Minggu, 26/04/2026 | 08:00 WIB
  • Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Sabtu, 25/04/2026 | 10:30 WIB
  • Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Sabtu, 25/04/2026 | 08:24 WIB
  • Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Minggu, 26/04/2026 | 16:24 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya