Home / Riau /
Keras! Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi ke Polisi Terlibat Narkoba: Bikin Rusak Marwah Polri, Pecat!
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi. Foto : Istimewa
RiauAkses.Com, Pekanbaru - Baru sehari usai resmi bertugas sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi langsung menebar pesan keras ke jajaran internalnya. Ia tak akan memberikan toleransi kepada anggota Kepolisian yang terlibat narkoba.
Hengki Haryadi, menyampaikan tekadnya untuk memperkuat penegakan disiplin di Riau. Ia mengatakan bahwa sejak hari pertama bertugas, dirinya langsung dihadapkan pada persoalan serius.
“Hari pertama saya bertugas telah mendapat laporan ada anggota yang terlibat narkoba, saya tidak ingin seperti ini terjadi. Padahal ini fatal, karena kita pengalaman betul,” kata Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi dalam acara pisah sambut di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (14/01/2026) malam.
Pisah sambut jabatan dilakukan oleh Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo kepada Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi, hingga beberapa jajaran Polda Riau. Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto didampingi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menghadiri secara langsung acara tersebut.
Hengki menegaskan, persoalan narkoba di tubuh institusi bukan hanya merusak citra, tetapi juga menggerogoti kepercayaan publik yang selama ini dibangun dengan susah payah. Karena itu, ia menekankan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran berat yang mencederai marwah Polri.
“Nah ke depan saya akan menerapkan tipe kemimpinan situasional. Kadang-kadang saya sayang, kadang-kadang nyubit juga ke anggota,” jelasnya.
Diungkapkan, sebelum bertugas ke Riau, dirinya telah mempelajari lebih awal kriteria daerah ini sehingga terdapat beberapa tantangan besar yang dihadapi Polda Riau. Menurutnya, Bumi Lancang Kuning menjadi satu di antara kawasan strategis yang kerap dijadikan jalur terkait maraknya kejahatan lintas negara, mulai dari perdagangan orang hingga peredaran narkoba.
“Di Polda Riau, banyak tindak pidana perdagangan orang, banyak kasus-kasus narkoba yang notabene transnasional. Salah satu ciri daripada kejahatan transnasional itu adalah bagaimana merekrut petugas untuk membantu kejahatan mereka,” ungkapnya.
Atas dasar itu, ia meminta agar tidak ragu mengambil tindakan tegas jika ada anggota yang terbukti terlibat dalam praktik-praktik tercela. Baginya, sikap tegas justru menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan.
“Oleh karena itu Pak Kapolda, kalau anggota kita ada yang terlibat narkoba dan lain sebagainya, pecat. Jadi jangan ada sayang-sayang,” tegasnya.
Diterangkan, langkah tegas tersebut bukan semata-mata soal penindakan. Namun, bagian dari upaya besar untuk mewujudkan visi dan misi nasional dalam membangun aparat penegak hukum yang bersih dan berintegritas.
“Maksud dari kami ini adalah untuk mencapai visi dan misi Pak Presiden, visi dan misi Pak Kapolri, serta visi dan misi Polda Riau,” terangnya.
Lebih lanjut, ia juga berkomitmen untuk bekerja seirama dengan Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan. Dituturkan, pentingnya soliditas di jajaran Polda Riau agar memelihara keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan efektif tanpa gesekan internal.
“Izinkan kami bergabung di Bumi Lancang Kuning, Insya Allah saya sebagai pembantu Pak Kapolda kalau ke kanan kita ke kanan, kalau ke kiri kita ke kiri. Jadi tidak ada dua nahkoda demi tercapainya visi dan misi daripada Polda Riau,” pungkasnya.
Profil dan Sepak Terjang Brigjen Pol Hengky Hariyadi
Hengki merupakan perwira tinggi kepolisian alumnus Akpol 1996. Pria kelahiran Palembang pada 16 Oktober 1974 ini, memiliki rekam jejak yang panjang di bidang reserse.
Mengawali karier di kepolisian, Hengki bertugas di Polres Dili, yang saat itu masih menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hengki kemudian dipindahkan ke Jawa Barat. Ia dipercaya sebagai Wakapolsek Lengkong, Polresta Bandung Tengah.
Hengki mendapatkan kenaikan pangkat Kompol di Polda Lampung pada 2004. Setelah 6 tahun bertugas di Lampung, ia dipindahkan ke Polda Metro Jaya.
Semasa menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Hengki pernah mengungkap kasus penyerangan 'Kill Bill' di RSPAD pada 23 Februari 2012 dinihari. Dua orang tewas dalam peristiwa itu akibat luka bacok, sementara enam orang lainnya mengalami luka.
Peristiwa itu pecah terkait utang narkoba ini menyeret 10 orang tersangka. Salah satunya Irene Tupessy, sedangkan tersangka lainnya adalah Edward alias Edo, Gheretes Tamatala alias Heri, Tony Poceratu alias Ongen, Rent Penturi, Yongky Maslebu, Rely Petirulan, dan Abraham Tuhehai.
Atas aksinya tersebut, Irene kemudian dijuluki Kill Bill. Kill Bill adalah film karya sutradara Quentin Tarantino yang mengisahkan aksi balas dendam seorang wanita berpedang terhadap teman-teman lama yang mengkhianatinya.
Karier Hengki semakin melejit pada 2017, ia lalu mengemban tugas sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat. Selama di Polres Jakbar, pria kelahiran 1979 ini dikenal garang dalam menumpas premanisme, salah satunya yang ramai disorot adalah kasus premanisme perebutan lahan di Kalideres yang melibatkan Hercules.
Hengki juga mengungkap sejumlah kasus narkoba. Kampung Ambon yang menjadi sarang narkoba diobrak-abrik oleh Hengki. Kemudian ia juga berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ganja jaringan antarkota, penyelundupan 120 kg sabu jaringan internasional, serta 28 kg sabu jaringan internasional Amerika. Karena hal ini, ia diganjar penghargaan oleh DEA (Drug Enforcement Agency). Hengki mendapatkan penghargaan khusus atas kepemimpinannya mengungkap kasus-kasus narkoba.
Lalu ia menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat. Selama menjadi Kapolres Jakpus, Hengki pernah mengungkap sejumlah kasus menonjol. Di antaranya membongkar peredaran 115 kg narkoba jenis sabu selama 3 bulan operasi dan kasus pemerasan anggota Polri oleh Ketua Umum DPP LSM Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak) sebesar Rp 2,5 miliar.
Ia juga pernah menangkap anak dan menantu konglomerat Aburizal Bakrie yaitu Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani pada Juli 2021 silam.
Berseteru dengan Hercules
Hengki pernah terlibat perseteruan dengan Hercules. Kejadian itu terjadi pada Juni 2023 silam.
Kala itu, dalam pernyataannya dalam acara Ormas GRIB, Hercules menegaskan dirinya tidak takut dengan Hengki secara pribadi, bukan kepada institusi kepolisian.
Namun, perseteruan ini akhirnya berakhir dengan damai. Di satu sisi, meski ditantang Hercules, Hengki mengaku memaafkan tindakan tersebut.
"Sebagai insan beragama, kalau orang minta maaf, ya kita maafkan," tutur Hengki. (R-03)
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Dibangun 2027, Tahun Ini Pemprov Riau Mulai Bebaskan Lahan Flyover Simpang Panam
RiauAkses.com, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun ini menyiapkan anggaran untukHarga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Naik Jadi Rp3.521 per Kg
RiauAkses.com, Pekanbaru - Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim telah melaksanakan rapatDidominasi Usia Muda, Ini Fakta Pemain Trading Bursa Saham Berdasarkan Data IDX
RiauAkses.com, Pekanbaru - Era digital ternyata sangat mempengaruhi perkembangan pola pikir paraPejabat Utama dan Kapolres Polda Riau Dilantik, Ini Daftarnya
RiauAkses.com, Pekanbaru - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, memimpin langsung upacaraTiket Laga PSPS Pekanbaru vs Persekat Tegal Mulai Dijual, Debut Pemain Asing Jadi Daya Tarik
RiauAkses.com, Pekanbaru - Tiket pertandingan lanjutan Liga 2 Indonesia pekan ke-16 antara PSPS







Komentar Via Facebook :