https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Riau /

Menelusuri Jejak Zapin: Akulturasi Nilai Keislaman dan Budaya Melayu Riau

Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:55 WIB  
Editor : Raya Desmawanto
Menelusuri Jejak Zapin: Akulturasi Nilai Keislaman dan Budaya Melayu Riau

Tari Zapin di Desa Meskom, Kabupaten Bengkalis, Riau. Foto: Dok SM News

RiauAkses.com, Pekanbaru - Di tengah arus modernisasi yang kian deras, Tari Zapin tetap berdiri sebagai satu diantara penanda kuat jati diri Melayu. Pada setiap geraknya, tersimpan jejak sejarah panjang yang bukan hanya berbicara tentang seni, tetapi juga tentang perjalanan spiritual dan budaya masyarakat Nusantara.

Seni zapin pada awalnya tumbuh di lingkungan kerajaan Siak, sebagai hasil interaksi antara elit-elit istana dengan orang Arab yang datang ke kerajaan. Sehingga, tarian ini menyebar ke luar istana, menjadi seni popular di tengah-tengah kehidupan warga Melayu Riau.

Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengatakan bahwa keberadaan tari zapin tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan Islam di nusantara. Menurutnya, zapin hadir seiring masuknya para rombongan dari negeri Arab ke kawasan nusantara berabad-abad silam.

“Tari zapin ini keberadaannya tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Karena datangnya itu melalui orang-orang dari negeri Arab ke kawasan kita,” ujarnya di Pekanbaru, Jumat (09/01/2026).

Datuk TIJ menjelaskan dari proses itulah zapin kemudian berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Melayu. Seiring waktu, zapin tidak berhenti sebagai warisan, justru mengalami proses akulturasi yang begitu alami.

Dengan begitu, unsur budaya Arab berpadu terhadap tradisi lokal Melayu. Melahirkan sebuah ekspresi seni yang khas dan sarat makna.

“Mengenai sejarah, kuat adanya pengaruh budaya Arab yang kemudian berakulturasi dengan budaya Melayu. Hasilnya itu, kreativitas yang menyatu dengan nilai Islam dan kearifan lokal Melayu,” jelas Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Sementara itu, Ketua Umum MKA LAM Riau, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, melihat zapin sebagai lebih dari sekadar pertunjukan seni. Menurutnya, ini dapat menjadi representasi identitas budaya Melayu yang kaya dan terus berkembang mengikuti zaman.

“Tari zapin ini tak hanya sekadar sebuah pertunjukan seni, melainkan representasi identitas budaya Melayu yang kaya dan beragam,” kata Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf.

Diungkapkan, zapin mencerminkan watak orang Melayu yang sesungguhnya. Gerakan Zapin yang lembut, mengalir seperti ombak di lautan, berpadu dengan hentakan kaki yang dinamis, menjadi gambaran karakter masyarakat Melayu.

Dari sinilah zapin tumbuh bukan hanya sebagai tarian, tetapi sebagai simbol peradaban. Setiap hentakan kaki dan ayunan tangan menjadi saksi bagaimana budaya dapat bersenyawa tanpa kehilangan jati diri.

"Sifat orang melayu itu halus dalam sikap, namun tegas postif dalam prinsip. Itulah tanda keseimbangan antara kelembutan dan keteguhan," ungkapnya.

Diterangkan, dalam setiap pertunjukan, zapin seakan mengajak penonton menyelami nilai-nilai hidup orang Melayu seperti kesantunan, kebersamaan, serta keteguhan memegang adat dan agama. Nilai-nilai itu diwariskan tidak melalui ceramah panjang, melainkan lewat bahasa tubuh dan irama musik.

Datuk Seri Raja Marjohan menambahkan tarian ini sebagai ruang belajar yang hidup. Para penonton dapat mengetahui tentang budaya, sejarah, dan tradisi yang dikemas dalam bentuk hiburan yang sehat.

“Zapin punya peran edukatif untuk setiap generasi. Dengan menanamkan nilai budaya, sejarah, tradisi, serta memberikan hiburan yang sehat dan inspiratif,” terangnya.

Dituturkan, disitulah kekuatan zapin sebagai media pendidikan nonformal yang efektif. Sebab, dalam tantangan zaman yang kerap menggerus nilai-nilai lokal, zapin justru tampil sebagai pengingat akan pentingnya menjaga akar budaya. 

Karena itulah, upaya pelestarian zapin tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Datuk Seri Marjohan berharap zapin dapat dihidupkan di ruang-ruang publik, sekolah, sanggar seni, hingga panggung pariwisata, agar denyutnya tetap terasa di tengah masyarakat.

"Menjaga zapin berarti menjaga marwah budaya Melayu itu sendiri. Sebab di balik setiap irama gambus dan gerakan penari, tersimpan pesan bahwa identitas tidak sekadar diwarisi tetapi harus terus dirawat, dipahami, dan dibanggakan dari generasi ke generasi," harapnya.

Sebagai informasi, kata zapin berarti langkah kaki, yang merujuk pada istilah bahasa Arab zafin (langkah, melangkah), zaf (alat petik berdawai 12), dan al-zafn (mengambil langkah atau mengangkat satu kaki). Tarian Zapin semula hanya ditarikan oleh dua lelaki secara berpasangan. Seiring perkembangan zaman, menjadi tari yang ditampilkan baik laki-laki maupun perempuan. (R-05)


TOPIK TERKAIT

# Zapin# Nilai Keislaman# Budaya Melayu Riau# RiauAkses.com
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Persaingan Sengit Papan Klasmen Grup Championship, PSPS Pekanbaru Akan Hadapi Sumsel United Sore Ini

    Riau•
    Sabtu, 10/01/2026 | 15:33 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Hari ini, Sabtu (10/1/2026) PSPS Pekanbaru akan menghadapi Sumsel
  • Harimau Sumatera Kembali Terlihat di Sungai Apit Siak, Masyarakat Diminta Waspada

    Riau•
    Sabtu, 10/01/2026 | 13:41 WIB
    RiauAkses.com, Siak - Warga Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, digegerkan
  • Penyitaan Kebun Sawit Picu Konflik Sosial, Sawit Watch Minta Pendekatan Militeristik Dihentikan

    Hukum•
    Sabtu, 10/01/2026 | 09:29 WIB
    RiauAkses.com, Pelalawan - Skema Kerja Sama Operasi (KSO) sawit yang melibatkan PT Agrinas Palma
  • Akhir Pekan di Riau, BMKG Prediksi Hujan Merata pada Sore dan Malam Hari

    Riau•
    Sabtu, 10/01/2026 | 08:46 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Pemkab Kampar Siap Dukung Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial

    Riau•
    Sabtu, 10/01/2026 | 07:34 WIB
    RiauAkses.com, Kampar - Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan harapan agar program Sekolah Rakyat
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • 857 Cartridge Etomidate Masuk Lewat Jalur Laut, Kurir di Dumai Dijanjikan Rp25 Juta

    857 Cartridge Etomidate Masuk Lewat Jalur Laut, Kurir di Dumai Dijanjikan Rp25 Juta

    Senin, 24/08/2026 | 21:23 WIB
  • Kabut Asap Pekanbaru Makin Pekat, 177 Warga Terserang ISPA

    Kabut Asap Pekanbaru Makin Pekat, 177 Warga Terserang ISPA

    Kamis, 27/08/2026 | 11:19 WIB
  • Rumah Guru SMPN 5 Rangsang Terbakar, Solidaritas Insan Pendidikan Kepulauan Meranti Galang Donasi Rp69,4 Juta

    Rumah Guru SMPN 5 Rangsang Terbakar, Solidaritas Insan Pendidikan Kepulauan Meranti Galang Donasi Rp69,4 Juta

    Kamis, 27/08/2026 | 09:26 WIB
  • Lima Pejabat Kejati Riau Dilantik, Kajati Tekankan Integritas dan Profesionalisme

    Lima Pejabat Kejati Riau Dilantik, Kajati Tekankan Integritas dan Profesionalisme

    Kamis, 27/08/2026 | 09:03 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya