https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Hukum /

Penyitaan Kebun Sawit Picu Konflik Sosial, Sawit Watch Minta Pendekatan Militeristik Dihentikan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:29 WIB  
Editor : Raya Desmawanto
Penyitaan Kebun Sawit Picu Konflik Sosial, Sawit Watch Minta Pendekatan Militeristik Dihentikan

Aksi masyarakat di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau beberapa waktu lalu. Foto: SM News

RiauAkses.com, Pelalawan - Skema Kerja Sama Operasi (KSO) sawit yang melibatkan PT Agrinas Palma Nusantara dinilai memunculkan konsekuensi politik dalam tata kelola agraria, terutama menyangkut kewenangan negara dalam mengelola lahan sitaan dan relasi antara BUMN, aparat keamanan, serta masyarakat lokal.

Direktur Eksekutif Sawit Watch, Achmad Surambo, menyoroti gejala eskalasi konflik sosial di sejumlah daerah pasca pengalihan pengelolaan lahan sawit sitaan kepada Agrinas. Menurutnya, pengambilalihan lahan oleh badan usaha milik negara tanpa verifikasi mendalam terhadap status wilayah adat maupun kebun rakyat berpotensi memperbesar ketegangan antara negara dan masyarakat.

“Tak hanya itu, kami kerap menerima sejumlah laporan mengenai meningkatnya ketegangan di lapangan pasca pengalihan pengelolaan lahan sitaan kepada PT Agrinas Palma Nusantara. Pengalihan lahan kepada BUMN tanpa verifikasi tumpang tindih dengan wilayah adat atau kebun rakyat justru memicu konflik baru,” ujar Surambo, Kamis (8 Januari 2025).

Surambo menilai pola pengamanan lahan yang mengandalkan aparat keamanan menciptakan watak kebijakan agraria yang berorientasi pada pendekatan keamanan. Ia mendesak pemerintah melakukan koreksi politik dalam tata kelola lahan sitaan agar tidak memproduksi konflik struktural baru di daerah.

“Kami mendesak pemerintah menghentikan pendekatan keamanan/militeristik dalam mengamankan lahan sitaan. Pengelolaan lahan oleh negara wajib mengedepankan prinsip Free, Prior, Informed, and Consent (FPIC) agar tercapai solusi yang adil melalui redistribusi lahan bagi masyarakat lokal,” tegasnya.

Kritik juga datang dari sektor akademik. Pengamat Ekonomi dari Universitas Palangkaraya, Fitriana Husnatarina, menilai keberadaan Agrinas dalam skema KSO membawa implikasi ekonomi-politik yang strategis.

Menurutnya, keterlibatan badan usaha negara dalam rantai industri sawit tidak hanya berdampak pada struktur pasar tetapi juga pada politik kebijakan dan relasi kekuasaan di sektor komoditas strategis.

Fitriana menyebut konsep KSO sejatinya bertujuan memberdayakan masyarakat dan mendorong hubungan mutualisme antara pemangku kepentingan. Namun, ia menekankan bahwa kontrol negara dalam aktivitas ekonomi mengandung risiko konsentrasi kekuasaan apabila tidak diimbangi instrumen persaingan yang sehat.

“Ketika policy maker terlibat dalam ekonomi dan ada intervensi tertentu, risiko monopoli bisa muncul. Dominasi aktor tertentu berpotensi memunculkan ketidakefisienan maupun moral hazard, terutama bila kompetisi tidak menjadi mekanisme evaluasi kinerja,” ujarnya.

Dalam perspektif politik ekonomi, kondisi monopolistik oleh entitas negara dapat menciptakan ketergantungan pasar sekaligus membuka celah patronase, terutama jika pengawasan publik dan transparansi kebijakan lemah.

Meski begitu, Fitriana mencatat model seperti ini pernah dipakai negara lain untuk memperkuat pemain domestik, dengan syarat ada batas waktu, pengawasan, dan kalkulasi biaya manfaat yang jelas.

“Kalau ini untuk membangun fondasi ekonomi yang memberdayakan, membangun ekosistem secara monopolis untuk sementara waktu bisa saja dilakukan selama dijalankan secara profesional,” jelasnya.

Pembentukan kembali kontrol negara dalam komoditas strategis seperti sawit dipandang tidak terlepas dari agenda politik untuk memperkuat kedaulatan ekonomi. Namun, ia menilai agenda tersebut tidak boleh mengorbankan hak-hak masyarakat lokal dan prinsip tata kelola berbasis rule of law.

Fitriana menilai bahwa skema KSO berpotensi menjadi ruang moral hazard bila pengawasan demokratis tidak kuat, terlebih karena sektor sawit berada dalam irisan kepentingan bisnis-pemerintah-aparat.

Tanpa akuntabilitas yang memadai, konsentrasi kekuasaan ekonomi dapat bertransformasi menjadi kekuasaan politik yang sulit dikontrol.

Pada akhirnya, menurut Fitriana, pilihan strategi pemerintah akan sangat menentukan arah kebijakan sawit nasional.

“Ini semua kembali pada pilihan kebijakan. Ada harapan pemberdayaan masyarakat melalui infrastruktur dan rantai nilai yang semakin kuat. Namun perlu ada desain, tata kelola, dan pembatasan yang jelas untuk menghindari risiko jangka panjang,” tutur Fitriana. (R-03)


TOPIK TERKAIT

# Penyitaan# Kebun Sawit# Konflik# RiauAkses.com
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Akhir Pekan di Riau, BMKG Prediksi Hujan Merata pada Sore dan Malam Hari

    Riau•
    Sabtu, 10/01/2026 | 08:46 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Pemkab Kampar Siap Dukung Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial

    Riau•
    Sabtu, 10/01/2026 | 07:34 WIB
    RiauAkses.com, Kampar - Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan harapan agar program Sekolah Rakyat
  • Kabar Duka dari Rokan Hulu: Bocah 8 Tahun Hilang di Aliran Sungai Ngaso

    Riau•
    Sabtu, 10/01/2026 | 06:42 WIB
    RiauAkses.com, Rokan Hulu - Tim Basarnas Pekanbaru mendapatkan laporan kondisi membahayakan
  • Membayar Hak ASN dan PPPK: Merawat Kepercayaan dan Langkah Kecil Pemkab Kepulauan Meranti Menyulam Kesejahteraan Pegawai

    Riau•
    Jumat, 09/01/2026 | 22:30 WIB
    RiauAkses.com, Kepulauan Meranti - Memasuki awal tahun 2026, angin segar akhirnya berembus bagi
  • Pemkab Kuansing Jajaki Pembiayaan BRK Syariah untuk Percepat Pembangunan Daerah

    Ekonomi•
    Jumat, 09/01/2026 | 21:51 WIB
    RiauAkses.com, Kuantan Singingi – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Pemkab Kuansing)
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Gerak Cepat Tim SAR  Lanud Pekanbaru Selamatkan Pilot Alami Kecelakaan Pesawat Tempur

    Gerak Cepat Tim SAR  Lanud Pekanbaru Selamatkan Pilot Alami Kecelakaan Pesawat Tempur

    Sabtu, 07/02/2026 | 08:49 WIB
  • Ini Alasan Balai Karantina Tolak Masuk 80 Ton Kacang Tanah Impor Asal Malaysia di Pelabuhan Dumai

    Ini Alasan Balai Karantina Tolak Masuk 80 Ton Kacang Tanah Impor Asal Malaysia di Pelabuhan Dumai

    Jumat, 06/02/2026 | 16:45 WIB
  • Pemkab Kepulauan Meranti Perkuat Ketahanan Pangan, Gudang Bulog Dibangun 2026

    Pemkab Kepulauan Meranti Perkuat Ketahanan Pangan, Gudang Bulog Dibangun 2026

    Jumat, 06/02/2026 | 22:39 WIB
  • Sadis! Suami di Bagan Batu Aniaya Istri Pakai Tongkat, Dipukul hingga Dibanting: Pelaku Kini Diamankan Polisi

    Sadis! Suami di Bagan Batu Aniaya Istri Pakai Tongkat, Dipukul hingga Dibanting: Pelaku Kini Diamankan Polisi

    Sabtu, 07/02/2026 | 12:56 WIB
  • Lokasi Pemantauan Awal Ramadan 1447 H di Riau Akan Digelar di Dumai

    Lokasi Pemantauan Awal Ramadan 1447 H di Riau Akan Digelar di Dumai

    Sabtu, 07/02/2026 | 06:48 WIB
  • Apel Gerakan Rohil Bersih Digelar, Forkopimda Komit Dukung Program Nasional Indonesia Asri

    Apel Gerakan Rohil Bersih Digelar, Forkopimda Komit Dukung Program Nasional Indonesia Asri

    Jumat, 06/02/2026 | 13:26 WIB
  • Sidak Pasar hingga Distributor, Tim Gabungan Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan di Pekanbaru  

    Sidak Pasar hingga Distributor, Tim Gabungan Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan di Pekanbaru  

    Sabtu, 07/02/2026 | 10:51 WIB
  • Prakiraan Cuaca Riau Akhir Pekan, Hujan Berpotensi Terjadi Sore hingga Malam Hari

    Prakiraan Cuaca Riau Akhir Pekan, Hujan Berpotensi Terjadi Sore hingga Malam Hari

    Sabtu, 07/02/2026 | 11:54 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya