Home / Riau /
Membayar Hak ASN dan PPPK: Merawat Kepercayaan dan Langkah Kecil Pemkab Kepulauan Meranti Menyulam Kesejahteraan Pegawai
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memastikan bahwa pembayaran gaji tetap berjalan normal dan dicairkan tepat waktu sesuai dengan jadwal rutin penggajian bulanan. Foto: SM News
RiauAkses.com, Kepulauan Meranti - Memasuki awal tahun 2026, angin segar akhirnya berembus bagi ribuan aparatur pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Setelah melewati masa transisi tahun anggaran yang kerap dibayangi kekhawatiran soal keterlambatan pembayaran, kabar menggembirakan pun datang bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu.
Pada tanggal 8 hingga 9 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memastikan bahwa pembayaran gaji tetap berjalan normal dan dicairkan tepat waktu sesuai dengan jadwal rutin penggajian bulanan. Kepastian ini menjadi jawaban atas kegelisahan ASN yang sempat muncul di awal tahun.
Meski demikian, pemerintah daerah juga menjelaskan bahwa apabila terdapat keterlambatan pada sebagian kecil pembayaran, hal tersebut semata-mata disebabkan oleh proses administrasi di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum sepenuhnya rampung. Namun secara prinsip, mekanisme pencairan telah disiapkan dengan matang agar hak-hak aparatur negara dapat diterima tanpa hambatan berarti.
Bagi para ASN di Kepulauan Meranti, awal tahun ini terasa lebih bermakna. Tidak hanya menerima gaji rutin tahun 2026, mereka juga memperoleh tambahan kabar baik berupa pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tahun berjalan, sekaligus pencairan tunda bayar TPP tahun 2024 untuk satu bulan dari total tiga bulan yang sempat tertunggak.
Kabar serupa juga membawa kelegaan bagi para PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, yang sebelumnya berstatus tenaga honorer. Pemerintah memastikan bahwa sisa tunda bayar satu bulan pada tahun 2024 turut dibayarkan pada tahun ini, menjadi bentuk pengakuan atas pengabdian mereka yang telah lama menopang roda pelayanan publik.
Tak hanya aparatur sipil, perhatian pemerintah daerah juga menyentuh pemerintahan desa. Pada Januari 2026 ini, Alokasi Dana Desa (ADD) untuk bulan Januari telah mulai dibayarkan. Selain itu, pemerintah desa juga menerima pencairan tunda bayar ADD tahun 2024 sebanyak dua bulan dari total lima bulan yang sempat tertunda. Dimana untuk satu bulan lagi akan dibayarkan secara bertahap
Di tengah berbagai tantangan fiskal yang masih dihadapi daerah, langkah ini menjadi penanda komitmen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas penghasilan aparatur dan perangkat desa. Lebih dari sekadar angka di atas kertas, pencairan ini menjadi harapan baru bagi ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari pengabdian di sektor pelayanan publik.
Awal tahun 2026 pun dibuka dengan senyum lega—sebuah pengingat bahwa di balik setiap kebijakan keuangan daerah, ada kehidupan, tanggung jawab, dan harapan yang harus terus dijaga.
Di tengah dinamika pengelolaan keuangan daerah dan berbagai keterbatasan fiskal, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar menegaskan satu prinsip yang tidak pernah ia tawar bahwa hak pegawai adalah prioritas utama.
Ia menyampaikan bahwa pembayaran gaji ASN dan PPPK harus didahulukan, bahkan sebelum hak dirinya sendiri sebagai kepala daerah. Menurut Asmar, selama masa kepemimpinannya, tidak boleh ada satu pun hak pegawai yang diabaikan.
“Gaji ASN dan PPPK adalah prioritas kami. Bahkan gaji saya sendiri dibayarkan terakhir,” ujar Asmar.
Bupati Asmar memastikan bahwa seluruh hak ASN, termasuk gaji dan tunjangan, telah dan akan terus dibayarkan secara penuh. Ia mengakui bahwa dalam perjalanannya masih terdapat keterlambatan dan tunda bayar, namun hal tersebut bukanlah bentuk pengabaian, melainkan konsekuensi dari kebijakan anggaran yang terus dievaluasi dan diperbaiki.
“Terkait keterlambatan dan tunda bayar, kami menyampaikan permohonan maaf. Itu menjadi bagian dari evaluasi dan pembenahan kebijakan anggaran ke depan,” tegasnya.
Lebih jauh, Asmar menegaskan bahwa setiap dana transfer yang diterima daerah akan dimanfaatkan secara optimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik. Ia juga mengingatkan bahwa terpenuhinya hak pegawai harus sejalan dengan tanggung jawab yang dijalankan.
“Terhadap dana transfer yang masuk, kami pastikan penggunaannya tepat sasaran. Hak rekan-rekan sudah dibayar, maka kewajiban rekan-rekan juga tolong dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya.
Narasi ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, sekaligus memastikan stabilitas birokrasi di tengah tantangan keuangan yang dihadapi daerah.
Sementara itu, sejak pertama kali menjejakkan kaki sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko MT datang bukan dengan janji-janji manis. Di hadapannya terbentang tumpukan laporan, angka-angka beban fiskal, serta silang sengkarut persoalan anggaran yang telah lama membelit. Namun di balik semua itu, Fajar membawa satu tekad sederhana namun berat: menuntaskan persoalan kesejahteraan pegawai.
Tanpa mengesampingkan urusan lain yang juga bersifat strategis, Fajar meyakini bahwa pemenuhan hak pegawai merupakan fondasi utama bagi kualitas pelayanan publik. Baginya, pegawai yang tenang secara ekonomi akan bekerja dengan lebih fokus dan penuh tanggung jawab.
“Jika hak pegawai terpenuhi, maka pelayanan kepada masyarakat pasti akan lebih baik,” ujarnya.
Bagi Fajar, gaji yang dibayarkan tepat waktu bukan sekadar angka yang masuk ke rekening, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi para ASN, PPPK, honorer, hingga aparatur desa yang menjadi ujung tombak pemerintahan. Ketika kesejahteraan terjaga, ia percaya roda pelayanan publik akan berputar lebih optimal.
Langkah awal pun diambil. Fajar mulai menata kebijakan dengan mencicil utang-utang gaji dan tunjangan yang selama ini menjadi beban banyak pihak. Meski belum sepenuhnya sesuai dengan harapan, upaya tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ada ikhtiar serius yang sedang berjalan.
“Tahun ini kami telah merealisasikan pembayaran gaji pegawai, baik ASN maupun PPPK, terhitung mulai hari Kamis, sesuai arahan dan petunjuk Bapak Bupati, demi menjaga stabilitas pelayanan publik,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan kas daerah, langkah kecil itu terasa seperti angin segar. Fajar menyadari jalan yang ditempuh tidaklah mudah. Namun ia memegang teguh komitmen yang dibangun bersama kepala daerah, bahwa gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) diupayakan untuk disalurkan penuh selama 12 bulan.
Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap kebutuhan lain yang juga mendesak. Namun, menurutnya, menyentuh hal paling mendasar adalah keharusan. Karena dari sanalah kepercayaan dan kualitas pelayanan publik bertumbuh.
“Dengan keterbatasan anggaran, memang tidak semua harapan bisa langsung terpenuhi. Tetapi selama transparansi dan tanggung jawab dijaga, saya yakin langkah-langkah kecil ini dapat menyelamatkan kepercayaan besar masyarakat kepada pemerintah. Saya akan berusaha semaksimal mungkin memenuhi kewajiban ini,” tuturnya.
Terkait tunda bayar tahun 2025, Fajar memastikan pemerintah daerah tetap mengupayakan pembayarannya pada tahun ini. Namun hal tersebut harus melalui mekanisme pergeseran anggaran untuk memastikan skala prioritas dan ketersediaan dana.
“Kami akan tetap berbuat yang terbaik untuk mengusahakan pembayaran tunda bayar. Untuk gaji dan TPP tahun 2025 akan diupayakan dibayarkan tahun ini, tentu setelah dilakukan pergeseran anggaran. Prinsipnya, jika anggaran tersedia, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menyalurkannya,” tegas Fajar.
Di tengah keterbatasan dan tekanan fiskal, kisah ini menjadi potret bahwa pengelolaan keuangan daerah bukan semata soal angka, melainkan tentang keberpihakan, kepercayaan, dan tanggung jawab terhadap mereka yang setiap hari melayani masyarakat.
Dengan dibayarkannya hak para ASN dan PPPK, denyut kehidupan ekonomi di Kepulauan Meranti kembali terasa berdenyut. Uang yang masuk ke rekening para pegawai tak berhenti sebagai angka, tetapi segera bergerak, mengalir dari rumah ke warung, dari pasar tradisional ke sentra UMKM, dari kota hingga ke kampung-kampung.
Di ibu kota kabupaten, lapak-lapak pasar tampak lebih ramai. Pedagang sembako, penjual sayur, hingga pelaku usaha kecil merasakan geliat yang sama: dagangan lebih cepat habis, transaksi lebih sering terjadi. Senyum yang sempat tertahan kini kembali merekah, seiring keyakinan bahwa roda ekonomi mulai berputar lebih sehat.
Di kampung-kampung, dampaknya tak kalah nyata. Warung kecil kembali hidup, jasa angkutan kembali bergerak, dan kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi tanpa harus ditunda. Bagi pelaku UMKM, momentum ini menjadi nafas segar untuk bertahan dan bangkit, setelah sebelumnya harus mengencangkan ikat pinggang.
Pembayaran hak ASN dan PPPK ini bukan sekadar kewajiban administratif pemerintah, melainkan stimulus nyata bagi ekonomi lokal. Di sanalah terlihat hubungan yang saling menguatkan antara kesejahteraan pegawai mendorong konsumsi, konsumsi menghidupkan usaha rakyat, dan usaha rakyat memperkokoh kemandirian ekonomi masyarakat.
Inilah yang diharapkan bersama—ketika kebijakan anggaran berpihak pada manusia, maka manfaatnya tak hanya dirasakan oleh pegawai, tetapi menjalar luas, menyentuh pasar, UMKM, hingga sendi-sendi kehidupan masyarakat Kepulauan Meranti. (R-01)
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Pemkab Kuansing Jajaki Pembiayaan BRK Syariah untuk Percepat Pembangunan Daerah
RiauAkses.com, Kuantan Singingi – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Pemkab Kuansing)Puskesmas di Pekanbaru Buka Sampai Malam, Wako Pastikan Pelayanan Terus Ditingkatkan
RiauAkses.com, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, sudah menerapkan pelayanan diPemkab Siak Umumkan 27 Pejabat Eselon II Siak yang Jalani Uji Kompetensi, Ini Daftarnya
RiauAkses.com, Siak - Pemkab Siak menggelar Uji Kompetensi Pejabat Pimpinan TinggiSekda Riau Tekankan Pentingnya Inovasi dan Kolaborasi dalam Menggali Potensi PAD
RiauAkses.com, Pekanbaru - Sekretaris Daerah Provinsi Riau menekankan pentingnya inovasi danKorban Pengeroyokan di Lingkungan Kampus UNRI Potong Rambut di Polda Riau, Desak Kapolda Evaluasi Kapolsek Limapuluh
RiauAkses.com, Pekanbaru - Rivo Claudio, mahasiswa korban pengeroyokan brutal di lingkungan







Komentar Via Facebook :