Home / Riau /
Dampak Pembukaan Pintu Waduk PLTA Koto Panjang, Permukaan Sungai Kampar Naik 20 Cm
Pintu air Waduk PLTA Koto Panjang. Foto: Dok SM News
RiauAkses.com, Kampar - Pembukaan pintu pelimpah Waduk PLTA Koto Panjang mulai berdampak pada kenaikan permukaan Sungai Kampar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau mencatat, debit air sungai mengalami kenaikan sekitar 20 sentimeter dalam dua hari terakhir.
Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, membenarkan kondisi tersebut berdasarkan laporan terbaru yang diterima pihaknya dari Balai Wilayah Sungai (BWS).
“Benar, saat ini sudah terjadi kenaikan permukaan Sungai Kampar sekitar 20 sentimeter, dampak dari pembukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang yang dilakukan dua hari lalu,” ujar Edy Afrizal, Jum'at (2/1/2026).
Meski demikian, Edy memastikan bahwa kenaikan tersebut masih berada dalam batas aman dan belum berdampak langsung ke permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.
“Untuk sementara kondisinya masih aman dan belum sampai ke pemukiman penduduk. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat agar waspada,” tegasnya.
Ia mengingatkan, potensi kenaikan air Sungai Kampar tidak hanya dipengaruhi oleh pembukaan pintu waduk, tetapi juga faktor cuaca.
Curah hujan yang masih berpeluang tinggi di wilayah hulu, khususnya Kabupaten Kampar dan Pelalawan, dapat memicu peningkatan debit air secara bertahap.
“Karena itu, kewaspadaan tetap harus dijaga,” kata Edy.
Wilayah Sepanjang Aliran Sungai Kampar Prioritas Kewaspadaan
Sebelumnya, Manajemen PLTA Koto Panjang melaporkan kondisi terkini Waduk Koto Panjang per Kamis, 1 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Elevasi waduk tercatat berada di angka 80,44 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan inflow mencapai 1.287,15 meter kubik per detik (m⊃3;/s).
Sementara itu, total outflow waduk tercatat sebesar 364,44 m⊃3;/s, yang berasal dari debit turbin sebesar 226,84 m⊃3;/s serta bukaan dua pintu spillway masing-masing 50 sentimeter dengan debit 137,60 m⊃3;/s.
Pembukaan pintu spillway tersebut dilakukan sejak Selasa, 30 Desember 2025, sebagai bagian dari skema early release untuk mengendalikan elevasi waduk yang meningkat akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu.
BPBD Provinsi Riau sendiri telah menetapkan wilayah sepanjang aliran Sungai Kampar sebagai prioritas kewaspadaan, mulai dari Kabupaten Kampar hingga Kabupaten Pelalawan.
Pihaknya bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan, seiring masih berlangsungnya musim hujan di sebagian wilayah Provinsi Riau.
Sejumlah daerah di sepanjang bantaran sungai dipetakan sebagai kawasan rawan apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
“Kami minta masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kampar untuk terus memantau perkembangan, mengurangi aktivitas di sungai, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda kenaikan air yang signifikan,” imbau Edy. (R-03)
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Gajah Muda Nusantara (GMN) Kota Pekanbaru, Bangun Posko Air Bersih Gratis, Pikul Logistik Jalan Kaki ke Lokasi Bencana di Batu Busuk Padang
RiauAkses.com, Pekanbaru - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gajah Muda Nusantara (GMN) Kota PekanbaruDoa Bersama Lintas Agama, Momentum Perkuat Kerukunan Umat di Riau
RiauAkses.com, Kuantan Singingi - Mengawali rangkaian kegiatan Jalan Santai dalam rangkaGerakan Pramuka Kwarcab Rohul Gelar Rapat Kerja Cabang Perdana, Menjadi Momen Evaluasi dan Bahas Proker Lebih Baik Untuk Tahun Berikutnya
RiauAkses.com, Rokan Hulu - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Rokan Hulu (Rohul) gelarPemko - Unri Sepakat 10 Danau Jadi Embung Wako Agung : Bisa Atasi Banjir 2 Kecamatan
RiauAkses.com, Pekanbaru - Persoalan banjir di Kecamatan Binawidya dan Tuah Madani segera bisaKemenag Riau dan Pemkab Kuansing Bersinergi Sukseskan Jalan Sehat HAB ke-80
RiauAkses.com, Kuantan Singingi — Ribuan masyarakat memadati Kota Teluk Kuantan, Kabupaten







Komentar Via Facebook :