https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Pendidikan /

Perkenalkan! Bu Guru Norhayati, 'Pahlawan' Pendidikan Anak-anak Suku Akit di Kepulauan Meranti

Selasa, 06 Juni 2023 | 16:30 WIB  
Penulis : Ali Imran | Editor : Novita Asri Irawan
Perkenalkan! Bu Guru Norhayati,

Norhayati saat bersama siswanya yang kebanyakan anak Suku Akit. Foto: Ali Imran

RiauAkses.com, Kepulauan Meranti - Semua anak memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan, tanpa terkecuali. Itulah tekad yang tumbuh dalam hati Norhayati (34), guru di Sekolah Marginal Baran Melintang, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ibu tiga anak ini sudah mengajar bagi anak-anak pedalaman Suku Akit sejak 10 tahun silam, tepatnya pada tahun 2013. Rita, panggilan akrabnya sehari-hari. Ia merupakan warga Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Meranti.

Mengajar di tempat yang jauh dan kondisi geografis yang sulit, bukanlah hal yang mudah. Jauh dari akses gemerlapnya kehidupan kota, sulitnya jaringan, jalanan yang rusak dan hambatan lainnya. Tapi itu pula yang menjadi tantangan pemicu semangat hari-hari yang dilalui Norhayati.

Norhayati tetap menikmati beragam keterbatasan tersebut. Semua didorong oleh motivasi dasarnya agar anak-anak suku pedalaman tetap bisa mengeyam pendidikan seperti anak-anak lainnya.

"Banyak suka dan duka untuk bisa mengajak anak-anak Suku Akit di sana. Tapi kita juga bersyukur bisa mengajar untuk anak-anak di sana," tuturnya.

Rita tidak memungkiri bahwa kesadaran orang-orang pedalaman akan pendidikan masih terbilang rendah. Keterisoliran disinyalir menjadi faktor utama yang membuat orangtua menilai pendidikan belum cukup penting saat ini.

"Orangtua anak-anak di sini cukup sibuk untuk bekerja dan pendidikan kurang didorong oleh orangtua. Selain itu akses ke sini juga sulit, sehingga penyelenggaraan pendidikan menjadi rumit," ujarnya.

Rita bercerita awal dirinya mengajar di sana. Ia harus menghadapi kondisi anak yang kurang rapi dan tidak mementingkan kebersihan. Sampai-sampai Rita harus turun tangan sendiri untuk memandikan dan memberikan edukasi kebersihan kepada anak.

 

"Dulu anak-anak itu ke sekolah ada yang tak mandi, lalu saya mandikan. Kukunya yang panjang saya potong, saya sisir rambutnya. Sekarang alhamdulilah sudah banyak perubahan," tuturnya.

Akses Sulit

Rita tercatat telah mengabdi sebagai guru selama 7 tahun di SD Negeri 14 Baran Melintang sebagai guru kelas. Kemudian pada tahun 2013 ditempatkan bekerja di SD Marginal yang merupakan kampung atau daerah yang didominasi Suku Akit.

Sehari-hari Rita pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor. Pada musim hujan dan air pasang dalam, dia terpaksa harus menumpang kapal. 

"Akses jalan yang sulit saya tempuh ketika musim hujan dan banjir rob yang menjadi kendala untuk menuju ke sekolah. Saya dan kawan-kawan guru seperjuangan harus berani melewati jalan tersebut untuk sampai ke sekolah," ceritanya.

Bangga Mengajar di Daerah Terpencil

Bisa mengajar di daerah terpencil merupakan suatu kebanggaan baginya karena dapat berbagi ilmu dan pengamalan untuk anak-anak di sana.

"Selama menghonor di SD Marginal, Alhamdulillah saya bisa melanjutkan studi ke UPBJJ-UT Pekanbaru Pokjar Selatpanjang. Saya lulus kuliah dan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada tahun 2021," katanya.

Tidak dipungkiri Rita, suka duka mengajar anak-anak Suku Akit memang beragam. Namun bisa berbagi ilmu dan pengamalan dengan anak-anak Suku Akit selalu membuatnya tersenyum karena mereka juga memiliki semangat yang luar biasa dan rasa ingin tahu seperti anak-anak pada umumnya. Mereka juga bersemangat dalam mengikuti pembelajaran apalagi jika diajak belajar sambil bermain di luar tempat belajar.

Kata Rita, anak-anak Suku Akit tidak semuanya rajin datang ke sekolah. Apalagi pada musim hujan dan akses jalan yang putus seperti jembatan penyeberangan dari daerah hulu ke hilir tempat belajar (rumah salah seorang penduduk suku akit) yang mereka tumpangi sekarang.

 

Dirinya berharap pemerintah memperhatikan akses jalan ke sekolah yang sudah rusak dan bangunan sekolah yang saat ini sangat memprihatinkan.

"Kami berharap untuk akses jalan yang baik dan gedung sekolah yang layak. Karena sementara itu kami juga masih menumpang di rumah warga," aku Rita.

Dirinya juga memiliki mimpi agar tidak ada lagi anak-anak khususnya Suku Akit yang putus sekolah.

"Alhamdulillah, beberapa tahun yang lalu alumni SD Marginal banyak yang melanjutkan ke SLTP dan 1 orang lulus di SLTP 3 Pulau Merbau. Namun yang lain putus sekolah karena jarak tempuh yang jauh dari rumah ke sekolah tersebut" pungkasnya.

Beberapa waktu yang lalu Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution menyerahkan penghargaan kepada 12 perempuan berjasa dan berprestasi di Povinsi Riau.

Penghargaan diserahkan pada peringatan puncak Hari Kartini tahun 2023 di Gedung Daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat (26/5/2023) lalu. Sebanyak 12 perempuan penerima penghargaan ini diyakini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Rita menjadi salah satu yang menerima penghargaan mewakili Kepulauan Meranti bidang pendidikan. (R-01)

Sumber : sabangmeraukenews.com

TOPIK TERKAIT

# Norhayati# Pahlawan Pendidikan# Suku Akit di Kepulauan Meranti# RiauAkses.com
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Orang Kepercayaan Bupati Meranti Muhammad Adil Segera Disidangkan, Berkas Perkara Fitria Nengsih Dinyatakan Lengkap

    Hukum•
    Selasa, 06/06/2023 | 16:20 WIB
    RiauAkses.com,Kepulauan Meranti - Berkas perkara salah satu tersangka korupsi suap Fitria Nengsih
  • Koping Ho Dkk Ingat Kampung Halaman Pulau Halang Rohil, Bangun Jalan Swadaya Berbiaya Rp 34 Miliar 

    Ekonomi•
    Selasa, 06/06/2023 | 14:50 WIB
    RiauAkses.com, Rokan Hilir - Proyek jalan swadaya masyarat di Pulau Halang, Rokan Hilir diresmikan
  • PNS di Rokan Hilir Dibekuk Polisi Terkait Kasus Narkoba, Ini Barang Bukti yang Diamankan

    Hukum•
    Senin, 05/06/2023 | 16:54 WIB
    RiauAkses.com, Rokan Hilir - Tim Operasional Satuan Narkoba Polres Rokan Hilir (Rohil) menangkap 4
  • Kampus PCR Sebut Tak Beri Izin Kegiatan Mahasiswa di Pulau Cinta Kampar, Satu Mahasiswa Hilang Tenggelam Belum Ditemukan

    Riau•
    Senin, 05/06/2023 | 15:26 WIB
    RiauAkses.com, Pekanbaru - Terkait kabar tenggelamnya seorang mahasiswa Politeknik Caltex Riau
  • Geger Anggota Brimob Polda Riau Setor Rp 650 Juta ke Komandan, Ungkap Borok karena Kecewa Dimutasi

    Hukum•
    Senin, 05/06/2023 | 15:10 WIB
    RiauAkses.com, Rokan Hilir - Viral di media sosial curhatan Bripka Andry Darma Irawan, anggota
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Pemko Pekanbaru Terima Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

    Pemko Pekanbaru Terima Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

    Selasa, 21/07/2026 | 08:20 WIB
  • Pemprov Riau Gandeng Perusahaan Perbaiki Jalan Mahato–Simpang Manggala

    Pemprov Riau Gandeng Perusahaan Perbaiki Jalan Mahato–Simpang Manggala

    Selasa, 21/07/2026 | 12:33 WIB
  • Karhutla Rohul dan Inhu Tuntas, Manggala Agni Lanjutkan Pendinginan di Pematang Pudu Bengkalis

    Karhutla Rohul dan Inhu Tuntas, Manggala Agni Lanjutkan Pendinginan di Pematang Pudu Bengkalis

    Senin, 20/07/2026 | 07:16 WIB
  • Detik-Detik Pekerja Alat Berat di Siak Diterkam Harimau Sumatera, Selamat Berkat Excavator

    Detik-Detik Pekerja Alat Berat di Siak Diterkam Harimau Sumatera, Selamat Berkat Excavator

    Rabu, 22/07/2026 | 08:49 WIB
  • 70 Lapak PKL di Kawasan Stadion Utama Riau Ditertibkan

    70 Lapak PKL di Kawasan Stadion Utama Riau Ditertibkan

    Rabu, 22/07/2026 | 12:37 WIB
  • Agung Nugroho Punya Gebrakan Baru: RT/RW Dilantik, Dasawisma Kembali Aktif di Pekanbaru

    Agung Nugroho Punya Gebrakan Baru: RT/RW Dilantik, Dasawisma Kembali Aktif di Pekanbaru

    Senin, 20/07/2026 | 08:08 WIB
  • BMKG: Sebagian Besar Riau Diguyur Hujan, Hotspot Tinggal 14 Titik

    BMKG: Sebagian Besar Riau Diguyur Hujan, Hotspot Tinggal 14 Titik

    Rabu, 22/07/2026 | 10:15 WIB
  • Tekan Inflasi, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Pekanbaru, Kampar, dan Dumai

    Tekan Inflasi, Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Pekanbaru, Kampar, dan Dumai

    Senin, 20/07/2026 | 11:11 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya