https://www.riauakses.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://www.riauakses.com

Iklan Atas

https://www.riauakses.com

  • ";
  • Riau
  • Lancang Kuning
    • Pekanbaru
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kampar
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Kepulauan Meranti
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Politik
  • Hukum
  • Dunia
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lingkungan
    • Sumber Daya Alam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Video

Terbaru

Trending

Pilihan

Video

Home / Lancang Kuning / Kepulauan Meranti

Dugaan Pelecehan Seksual di Pondok Pesantren, Oknum Kiai di Kepulauan Meranti Ditangkap Polisi

Selasa, 21 Maret 2023 | 12:35 WIB  
Penulis : Ali Imran | Editor : Dwi Fatimah
Dugaan Pelecehan Seksual di Pondok Pesantren, Oknum Kiai di Kepulauan Meranti Ditangkap Polisi

Kiai MM pelaku pelecehan seksual. Foto: RiauAkses/ Ali

RiauAkses.com, Selatpanjang - Pemilik sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an Desa Mantiasa Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti berinisial Kiai MM, ditangkap polisi setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu santri perempuan 
yang terjadi di tempat pendidikan agama tersebut.

Penahanan terhadap pelaku dilakukan pada Senin (20/3/2023) malam setelah penyidik Reserse Kriminal Polres Kepulauan Meranti melakukan pemeriksaan dan menetapkan Kiai MM sebagai tersangka. 

Sebelumnya polisi telah menerima laporan dari orangtua korban pada 13 Maret 2023 lalu dan terhadap pelapor juga telah diminta keterangannya. 

Terbongkarnya kasus dugaan tindak pidana asusila terhadap anak didiknya yang masih di bawah umur itu setelah korban bercerita tentang peristiwa kelam yang ia alami kepada bibinya yang menjadi salah satu tenaga pengajar di sekolah pesantren tersebut. 

Selanjutnya korban diminta untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya selama di pondok pesantren tersebut. 

Tanpa berpikir panjang, paman korban yang merupakan salah satu ASN di Pemkab Kepulauan Meranti memanggil orang tua korban, hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian. 


Hal itu terungkap saat Polres Kepulauan Meranti menggelar konferensi pers bersama wartawan di Mapolsek Tebingtinggi, Jalan Pembangunan I Kelurahan Selatpanjang Kota, Selasa (21/3/2023) pagi. 

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres AKBP Andi Yul Lapawesean Tendri Guling, Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil, Kepala Satuan Reskrim AKP Arpandy, sejumlah pejabat instansi vertikal. 

Diceritakan kronologi kejadian, pada Kamis (9/3/2023) lalu orang tua korban yang tinggal di salah satu desa di Kecamatan Rangsang Pesisir mendapatkan panggilan telepon dari adik iparnya dan memintanya untuk datang ke Kota Selatpanjang.

Keesokan harinya pada Jum'at (10/3/2023) orang tua korban langsung menemui iparnya tersebut di rumah yang beralamat di Desa Insit Kecamatan Tebingtinggi Barat. 

Selanjutnya diceritakan bahwa telah terjadi pelecehan terhadap keponakannya yang dilakukan berkali-kali oleh pengasuh pondok pesantren tempat korban menimba ilmu. 

Diceritakan, dugaan pelecehan itu terjadi sebanyak 9 kali. 

Di mana korban diminta membuka baju dan juga ada dibukakan sendiri bajunya oleh pengasuh Pondok pesantren yakni Kiai MM. Bahkan dalam pelecehan seksual itu, pelaku juga mencium pipi dan mengisap payudara. Tidak sampai di situ, pelaku juga menindih tubuh korban dan meminta untuk mengocok kelamin pelaku Kiai MM. 

 

Pihak keluarga yang tidak terima atas perlakuan terhadap korban, melaporkan 
pengasuh pondok pesantren tersebut kepada aparat Polres Kepulauan Meranti agar diproses hukum.

Adapun laporan yang dibuat oleh orang tua korban adalah bagian dari meminta keadilan agar pelaku dihukum maksimal atas perbuatan yang telah dilakukannya. 

Pelapor juga menginginkan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari pada keluarganya dan korban berikutnya. 

Polisi juga menyita beberapa alat bukti milik korban diantaranya sehelai Baju kemeja panjang warna dongker, sehelai baju seragam pramuka warna coklat, sehelai rok panjang pramuka warna coklat. Selain itu juga disita sehelai rok panjang warna hitam, satu bra warna abu-abu dan satu celana dalam warna coklat.

Kasus ini sempat viral di media sosial karena beredarnya lapsit dari pihak kepolisian oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Diketahui, sebelum ditahan, kiai MM juga sempat mendatangi rumah keluarga korban yang berada di Kecamatan Rangsang Pesisir. Di sana pelaku mengaku perbuatannya dan meminta maaf serta memianta laporannya dicabut. 

Namun pihak keluarga tidak bergeming dan tetap melanjutkan proses hukum. 

Kasus ini prosesnya sedang berjalan dan sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres. Perihal kondisi psikologis korban yang saat ini masih trauma juga sudah ditangani oleh dinas terkait. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kapolres mengatakan, pria berusia 50 tahun itu mengaku mencabuli para santriwati bukan karena tidak kuat menahan nafsu birahinya. Melainkan dengan modus ingin menyalurkan ilmu yang bisa menyembuhkan orang sakit kepada santrinya itu. 

"Isu ini memang sudah bergulir sekitar satu minggu lalu, dengan adanya perkembangan situasi Kabupaten Kepulauan yang kondusif ini kita langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan setelah kita menerima laporan pada 13 Maret lalu. Setelah memenuhi ruang alat bukti, kami langsung melakukan penetapan tersangka terkait dugaan pencabulan anak di bawah umur," kata Kapolres. 

"Dari pengakuan tersangka yang kita dalami, pelaku mengaku dia memanfaatkan jasa santri nya untuk dijadikan pembantu di rumahnya. Selain itu pelaku juga menjanjikan untuk meringankan biaya sekolah setiap bulannya, itu modus yang pertama, modus yang kedua yakni menjanjikan ilmu atau kemampuan yang bisa menyembuhkan orang sakit," ungkap Kapolres lagi. 

Disebutkan lagi, pelaku oknum kiai MM melakukan pencabulan tak hanya sekali, melainkan 9 kali selama kurun waktu bulan Maret 2023.

Selain memeriksa terkait laporan korban, penyidik juga sedang mengembangkan apakah ada korban lainnya selain korban. 

Namun berdasarkan hasil pengembangan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang ada, korban baru satu orang. 

Tersangka MM dijerat Pasal 82 Ayat 1 atau Ayat 4 Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

"Pasal yang disangkakan adalah tentang perlindungan anak karena para korban masih berusia di bawah umur semua. Tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara," ucapnya. 

Sementara itu Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil saat dimintai keterangannya terkait kasus tersebut mengatakan tidak berkomentar banyak, bupati hanya menginginkan pelaku dihukum berat. 

"Saya mengikuti Kapolres saja dan dihukum maksimal. Karena kalau dihukum rendah, maka setelah keluar dia akan berbuat lagi," tutur Bupati. 

Saat kasus ini mencuat dan viral di media sosial, tidak tampak ada aktivitas di pondok pesantren yang dihuni oleh puluhan santri tersebut. Aktivitas belajar mengajar terlihat lengang. 

Kondisi itu dikarenakan para santriwati lebih memilih pulang usai kasus pelecehan seksual terbongkar dan pimpinan Pondok pesantren diringkus polisi. 

Hanya terlihat beberapa santri putra yang masih berada di pesantren tersebut. 

 

Warga setempat yang namanya enggan disebutkan mengaku kaget dan tidak menyangka akan kejadian itu. Pasalnya MM atau ini dikenal sebagai sosok ustaz yang mengayomi dan memiliki banyak murid yang mengaji kepadanya. Ia juga kerap mengisi berbagai pengajian dan menjadi penceramah.

"Kami tidak menyangka saja dia berbuat demikian, jika itu benar maka jatuhi saja hukuman seberat-beratnya sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya," ujarnya. (R-01)


TOPIK TERKAIT

# RiauAkses.com# RiauAkses# pelecehan seksual# kiai pelaku pelecehan seksual# pelecehan seksual di pesantr
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Salahgunakan Izin Tinggal, 3 WNA Diamankan Kantor Imigrasi Tembilahan

    Lancang Kuning•
    Selasa, 21/03/2023 | 11:05 WIB
    RiauAkses.com, Tembilahan - Kantor Imigrasi kelas II TPI Tembilahan mengamankan tiga orang Warga
  • Jelang Ramadan, Polres Kuansing Amankan 154 Botol Miras Diperjual Belikan Secara Bebas

    Lancang Kuning•
    Selasa, 21/03/2023 | 09:40 WIB
    RiauAkses.com, Kuantan Singingi - Polres Kuantan Singingi gelar razia minuman keras (miras) jelang
  • Bawaslu Kepulauan Meranti Temukan Sejumlah Masalah Coklit Data Pemilih

    Lancang Kuning•
    Selasa, 21/03/2023 | 09:08 WIB
    RiauAkses.com, Selatpanjang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti menggelar
  • Buntut Suzuya Muslim Fest 2023 Tampilkan Busana Mini, Tokoh Agama Geruduk Mako Polsek Bagan Sinembah

    Lancang Kuning•
    Senin, 20/03/2023 | 17:44 WIB
    RiauAkses.com, Rokan Hilir - Sejumlah tokoh agama dan beberapa ormas Islam geruduk Mako Polsek
  • Selama Ramadan, Tempat Hiburan Malam di Kepulauan Meranti Ditutup

    Lancang Kuning•
    Senin, 20/03/2023 | 16:20 WIB
    RiauAkses.com, Selatpanjang - Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil, memerintahkan seluruh Tempat
Banner Ramadhan TAF - P07

TRENDING

  • Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Pekanbaru Kota Terbaik II Turunkan Kemiskinan dan Stunting

    Minggu, 26/04/2026 | 17:19 WIB
  • PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    PLN UIP3B Sumatera Siap Salurkan Electrifying Agriculture, Harapan Baru Pembudidaya Ikan di Padang Pariaman

    Kamis, 30/04/2026 | 19:17 WIB
  • Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rabu, 29/04/2026 | 12:04 WIB
  • Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Kanwil Sampaikan Duka Mendalam

    Kamis, 30/04/2026 | 07:00 WIB
  • 453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    453 Jamaah Haji Kampar Diberangkatkan dalam 3 Kloter, Ini Jadwal Lengkapnya

    Minggu, 26/04/2026 | 08:00 WIB
  • Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Viral Video Korban Bullying Hebohkan Publik, Tim Sumber Rohil Tegaskan Kejadian Bukan di Rokan Hilir

    Sabtu, 25/04/2026 | 10:30 WIB
  • Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Prakiraan Cuaca Riau Sabtu 25 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah

    Sabtu, 25/04/2026 | 08:24 WIB
  • Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Tim Gabungan Tangkap Debt Collector Lakukan Kekerasan dan Pemerasan di Pekanbaru

    Minggu, 26/04/2026 | 16:24 WIB
Banner STMIK In Pekanbaru - P09
    • Ikuti Kami di:



  • Disclaimer     Kontak Kami     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    RiauAkses.com - All Right Reserved
    Desain by : Aditya